Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR saat menyerahkan surat keberatan terkait tambang emas Silo secara langsung ke Menteri ESDM Ignasius Johan di Jakarta (foto : istimewa / Jatim TIMES)
Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR saat menyerahkan surat keberatan terkait tambang emas Silo secara langsung ke Menteri ESDM Ignasius Johan di Jakarta (foto : istimewa / Jatim TIMES)

MALANGTIMES - Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR cukup serius merespons adanya rencana eksplorasi tambang emas Blok Silo. Faida berkirim surat keberatan ke Gubernur dan menyerahkan tembusannya secara langsung ke Menteri ESDM Ignasius Johan di Jakarta Kamis (20/9/2018). Saat menyerahkan surat di Jakarta, Faida juga ditemui Kabiro Hukum Menteri ESDM Ghufron.

Baca Juga : Turut Terdampak Covid-19, Pembangunan Rest Area Terminal Madyopuro Ditunda

“Alhamdulillah, upaya Pemkab Jember untuk menolak dan keberatan dengan adanya rencana Eksplorasi tambang emas di Silo membuahkan hasil. Tadi juga ditemui Kabiro Hukum Menteri ESDM dan mengatakan kalau Menteri ESDM bisa membatalkan lampiran 4 SK tersebut. Untuk lampiran 4 khusus tentang Blok Silo,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR.

Menyusul kekhawatiran masyarakat Silo terkait kegiatan Eksplorasi, Bupati menyampaikan,bahwa Menteri ESDM memastikan akan mencabut lampiran 4 SK setelah ada surat rekomendasi dari Gubernur Jatim. SIkap itu menindaklanjuti surat keberatan Bupati, “Selama Gubernur Jawa Timur juga tidak melakukan lelang atas Blok Silo, maka tidak ada kegiatan eksporasi yang bisa dilakukan, dan Pak Menteri memastikan akan mencabut lampiran 4 SK itu,” tandas Bupati.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati dr. Hj. Faida MMR langsung bereaksi terkait adanya rencana Eksplorasi tambang emas di Blok Silo Jember. Reaksi itu dilakukan dengan berkirim surat keberatan kepada Gubernur Jatim dan Menteri ESDM. Dalam surat berkop Bupati Jember dan berlogo Burung Garuda dengan Nomor surat 500/393/35.09.331/2018 tertanggal 17 September 2018 yang ditujukan kepada Gubernur Jatim dan tembusan Menteri ESDM.

Dalam surat tersebut, Bupati menyatakan keberatan dengan ditetapkannya Blok Silo Kabupaten Jember sebagai WIUP sebagaimana tercantum dalam lampiran IV Keputusan Menteri ESDM, hal ini untuk menjaga stabilitas wilayah Kabupaten Jember.

“Selama saya menjadi Bupati Jember, saya akan penuhi janji saya menolak tambang emas Silo, intinya saya mewakili rakyat Jember untuk berkomunikasi dengan Menteri ESDM dengan mengirimkan surat keberatan kepada Gubernur Jatim,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Revitalisasi Pasar Bunulrejo Dibatalkan

Bupati juga menegaskan, bahwa pihaknya dalam hal ini Pemkab Jember sampai saat ini tidak pernah menerbitkan rekomendasi atas keluarnya surat keputusan Menteri ESDM. Bahkan surat keberatan Bupati terhadap rencana eksplorasi tambang emas Silo juga diunggah di akun media sosial miliknya, dan mendapat dukungan dari netizen Jember, “Yang  jelas pemkab Jember menolak adanya rencana eksplorasi tambang emas Blok Silo, karena akan merusak lingkungan. Sebagai orang tua bagi rakyat Jember, saya harus melindungi warga saya,” tegas perempuan pertama yang menjadi Bupati Jember.

Seperti diketahui, BUMN Pertambangan yakni PT. Aneka Tambang (Antam) seperti dilansir dari media online kontan.co.id pada Mei 2018 lalu, melakukan evaluasi terhadap Peraturan Menteri (Permen) dan Keputusan Menteri (Kepmen) No. 1805.K/30/MEM/2018 tentang Harga Kompensasi Data Informasi dan Informasi Penggunaan Lahan WIUP dan WIUPK Periode 2018.

Dalam surat tersebut, pemerintah menetapkan 16 wilayah pertambangan yang akan dilelang. Yakni , terdiri dari 10 WIUP dan enam WIUPK, dengan total nilai kompensasi WIUP mencapai 1,76 Triliun, sedangkan WIUPK nilai kompensasinya sekitar Rp. 2.33 triliun. Dari enam WIUPK yang ditetapkan, PT. Antam sudah mengincar beberapa blok yang nilainya cocok khususnya komoditas nikel dan emas, salah satunya Blok Silo yang ada di Kabupaten Jember Jawa Timur. (*)