Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Pengurus Baru UBS PPNI Siap Gandeng Pengurus Lama, Jamin Kegiatan Mahasiswa tak Terganggu

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : A Yahya

19 - Jun - 2024, 10:13

Placeholder
Konferensi Pers di Kampus UBS PPNI

JATIMTIMES - Persoalan konflik di Universitas Bina Sehat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (UBS PPNI) Kabupaten Mojokerto bergulir dinamis. 

Dua kubu yang berkonflik yaitu kubu Mas'ud Susanto yang merupakan Ketua DPD PPNI 2022-2027 dengan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI periode 2017-2022, H.M Hartadi. Masalah bermula pada dua tahun lalu, saat HM Hartadi kalah dalam Musyawarah Daerah (Musda). 

Baca Juga : PCNU Surabaya Bagikan Ribuan Paket Daging Kurban ke Warga Muslim dan Non-Muslim

Puncaknya, kubu HM Hartadi menggandeng LSM Modjokerto Watch mencoba untuk memasuki gerbang kampus namun mendapat hadangan dari petugas kampus. Saat itu diduga terjadi aksi kekerasan yang menyebabkan pihak Mas'ud Susanto membuat laporan ke Polres Mojokerto terkait perusakan dan penganiayaan.

Ketua Tim Kuasa Hukum UBS PPNI Mojokerto (kubu Mas'ud Susanto), Andi Irfan Junaedi mengungkapkan, pihaknya terpaksa membuat laporan kepolisian untuk mendapat keadilan. 

"LP sudah masuk, dan polisi sudah memprosesnya semoga ditindak cepat sehingga rasa keadilan dan perlindungan hukum di teman-teman PPNI itu terwujud," ungkapnya saat konferensi pers, Selasa (18/6/2024) petang.

Irvan mengaku sangat menyayangkan terjadinya peristiwa yang sempat membuat takut civitas akademika UBS PPNI. Menurutnya, kubu HM Hartadi seharusnya legowo atas keputusan Musda dan menyerahkan seluruh kewenangannya kepada pengurus baru. 

Ia pun menawarkan solusi jika kubu HM Hartadi masih ingin berkiprah di YKWP PPNI, ia meyakini pengurus baru akan mewadahi HM Hartadi yang juga masih merupakan anggota PPNI. 

"Ruang untuk aktif itu kan masih ada, ada mekanisme organisasi yang bisa digunakan dan saya pikir masih dimungkinkan itu kalau beliau mau," katanya. 

Ia berharap tidak ada lagi demonstrasi di kampus dari kubu HM Hartadi. Terutama yang tidak mengganggu ketertiban umum. 

Apalagi pihaknya juga telah menyiapkan satuan pengamanan yang direkrut secara mendadak untuk mengamankan kampus yang berada di Jalan Raya Jabon, Gayaman, Mojoanyar, Mojokerto itu. 

"Kami dalam rangka pengamanan kampus telah menyiapkan satuan pengamanan," tegasnya.

Selain itu pria yang juga menjabat sebagai Sekjend Kontras ini menjamin kegiatan belajar dan mengajar di kampus tak terganggu. Mahasiswa maupun mahasiswi bisa tetap beraktivitas normal seperti sedia kala.

Baca Juga : PAN Kota Batu Nyatakan Siap Usung Firhando Gumelar

Sementara itu, Ketua DPD PPNI 2022-2027 Mas'ud Susanto mengungkapkan, pihaknya merasa berhak menjadi pengurus sah. Meski sedang terdapat konflik, aktivitas perkuliahan tetap tidak terganggu. 

"Saya minta kepada seluruh pihak untuk mengedepankan musyawarah mufakat, ikuti atau hormati hukum yang berlaku dalam rangka menangani konflik ini," ungkapnya. 

Terpisah, HM Hartadi mengungkapkan aksi demonstrasi itu terjadi lantaran sejak dua tahun lalu diusir dari kampus tempatnya mengabdi. Padahal, dia merasa sudah melakukan upaya mediasi namun tidak ditaati oleh kubu Mas'ud Susanto. 

Oleh karena itu, pihaknya merasa berhak untuk menguasai aset UBS PPNI Mojokerto karena menilai konflik ini belum dapat terselesaikan dengan baik. 

“Saya masih berkantor di UBS PPNI karena secara hukum kami yang mestinya masih di situ, bukan pihak sana. Sertifikat tanah semua aset kampus, termasuk BPKB mobil dan sepeda motor ada di saya. Bahkan stempel yayasan juga di saya. Sertifikat atas nama yayasan periode saya. LSM Mojokerto Watch itu bertindak atas Kuasa dari saya dan jelas,” ungkapnya ketika dikonfirmasi, Rabu (19/6).

Dengan menggandeng LSM Modjokerto Watch pihaknya ingin agar ada komunikasi yang baik di antara kedua pihak. Namun pihak kampus malah menyiapkan satuan pengamanan yang menolak Modjokerto Watch yang sudah mengantongi surat kuasa atas nama HM. Hartadi. 

“Pihak saya tidak bisa masuk, makanya didobrak. Kalau diterima baik-baik tidak mungkin ada keributan. Pihak kita dihadang oknum tidak dikenal. Sehingga kita suruh keluar kampus karena tidak ada surat tugas resmi,” imbuhnya.


Topik

Peristiwa Ubs ppni perawat sekolah perawat hartadi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

A Yahya