A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/home/malangtimes.com/public_html//laksamana/ci_sessionovo3f4u74i9ofkollaaf0s03nia757p3): Failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 177

Backtrace:

File: /home/malangtimes.com/public_html/application/controllers/News.php
Line: 10
Function: __construct

File: /home/malangtimes.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /home/malangtimes.com/public_html//laksamana)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 137

Backtrace:

File: /home/malangtimes.com/public_html/application/controllers/News.php
Line: 10
Function: __construct

File: /home/malangtimes.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Ramai Sapi Menangis Saat Hendak Disembelih, Benarkah? - Malang Times
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Ramai Sapi Menangis Saat Hendak Disembelih, Benarkah?

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

18 - Jun - 2024, 10:05

Placeholder
Tampak mata sapi yang hendak disembelih untuk kurban, berkaca-kaca, seperti hendak menangis. (Foto: X)

JATIMTIMES - Iduladha identik dengan hari raya kurban. Di mana umat Islam l disunnahkan untuk berkurban hewan ternak, mulai kambing hingga sapi. Berbagai momen video sapi hingga kambing yang hendak disembelih pun ramai diunggah di media sosial. 

Baru-baru ini viral tampak seekor sapi berkaca-kaca hingga meneteskan air mata saat hendak disembelih. Video yang diunggah oleh akun X @satriarafisky itu mengundang berbagai reaksi dari warganet. 

Baca Juga : Viral, Penampakan Pohon Zaqqum di Kota Thaif, Benarkah?

Menurut penjelasan dalam unggahan tersebut, sapi dikatakan mengeluarkan air mata bukan karena takut, tetapi karena melihat surga di depan matanya.

"Katanya sapi yang mau di qurban in nangis itu bukan karna takut bakal disembelih tapi karna dia melihat surga di depan matanya," tulis @satriarafisky pada Selasa (18/6). Hingga berita ini ditulis, video tersebut telah viral dengan 2,7 juta kali ditonton, 44,9 ribu suka, dan ribuan komentar.

Apoteker Valisa, melalui akun X pribadinya, memberikan klarifikasi mengenai fenomena tersebut. Ia menegaskan bahwa sapi tidak benar-benar menangis dalam arti psikologis manusia. 

"Binatang memproduksi air mata setiap hari seperti sapi dan menyebabkan adanya bekas pada wajah sapi," tulisnya. 

Valisa menjelaskan bahwa keluarnya air mata pada sapi merupakan respons fisiologis untuk membersihkan mata dari benda-benda halus yang mungkin menempel.

Lebih lanjut, Valisa menjelaskan bahwa sapi tidak mengenal konsep menangis atau bersedih, seperti manusia. Bahkan jika sapi mengalami rasa sakit, mereka tidak menunjukkan tanda-tanda menangis.

Baca Juga : Urus SIM Harus Punya Kartu BPJS Kesehatan, Polresta Malang Kota Siap Terapkan

Ketika tubuh sapi digulingkan, kelenjar air matanya secara otomatis akan mengeluarkan air, membuatnya tampak seperti menangis.

"Ingat ya, fungsi kelenjar air mata pada hewan untuk membasahi mata agar tidak kering dan juga sebagai mekanisme perlindungan mata dari benda asing," jelas Valisa.

Drh. Nur Purba Priambada juga memberikan pandangannya mengenai emosi pada sapi. Ia mengakui bahwa sapi masih bisa mengalami emosi seperti sedih, marah, senang, stres, dan rasa sakit.

"Mereka punya sisi emosional juga kok. Tapi memang sampai sekarang belum ada temuan ilmiah bahwa air mata ada relasi dengan ekspresi emosional seperti sedih," jelas Purba, melalui akun X pribadinya. 


Topik

Peristiwa Sapi nangis Iduladha sapi kurban



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya