Sektor Pariwisata Belum Signifikan Sumbang PAD Kabupaten Malang

Sep 20, 2018 16:22
Pantai Nganteb yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena ombaknya yang menawan. (Hendra Saputra)
Pantai Nganteb yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena ombaknya yang menawan. (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Sektor pariwisata tampaknya belum begitu berkontribusi penuh kepada Kabupaten Malang. Pasalnya, saat ini, sekian banyak destinasi wisata yang ada belum terlalu besar menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). 

Di Kabupaten Malang, sementara penyumbang terbesar untuk PAD ada tiga sektor. Yakni PBB (pajak bumi dsn bangunan), BPHTB (bea perolehan atas tanah dan bangunan) serta pajak hiburan. Hal tersebut dikatakan langsung oleh Bupati Malang Dr H Rendra Kresna. 

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

"Sekarang memang yang paling tinggi adalah pajak PBB, BPHTB, dan pajak hiburan. Jadi, itu sekarang yang masih besar menyumbang PAD," kata Rendra. 

Sebenarnya, pariwisata di Kabupaten Malang mempunyai kekuatan untuk menyumbang PAD daerah melihat banyaknya destinasi wisata.  Tetapi dengan kenyataan seperti itu, perlu adanya kontribusi dari pihak terkait agar pendapatan yang seharusnya masuk ke daerah akhirnya menjadi tidak maksimal. 

Rendra menambahkan, saat ini untuk pariwisata memang belum pada track sebagai penyumbang PAD. "Justru kami akan menggerakkan APBD untuk menyumbangkan berdirinya destinasi wisata baru. Kalau sudah siap semua, itu akan menyumbang PAD dengan sendirinya. Dengan karcis, retribusi, pajak restoran dan lainnya," ungkapnya. 

Kurangnya PAD yang masuk dari sektor pariwisata, Rendra berinisiatif untuk mem-push APBD. "Hal ini untuk membantu minat dari masyarakat di pedesaan agar tercipta destinasi wisata yang baru," lanjutnya. 

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Terakhir, Rendra mengatakan bahwa kemungkinan target untuk sektor pariwisata bisa menyumbang PAD yang signifikan sekitar 2 hingga 3 tahun ke depan. "Kemungkinan tahun 2021 lah untuk PAD bisa kelihatan dari sektor pariwisata ini," ungkapnya. (*)

Topik
sektor pariwisatapendapatan asli daerah Kabupaten MalangBupati Malang Dr H Rendra KresnaKabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru