Polisi Lalu Lintas Kota Malang Dilatih Bahasa Isyarat, Ada Apa?

Sep 20, 2018 13:21
Suasana saat pelatihan bahasa isyarat. (ist)
Suasana saat pelatihan bahasa isyarat. (ist)

MALANGTIMES - Anggota Satlantas Polres Malang Kota kembali dilatih berbahasa Indonesia (19/9/2018). Namun, pelatihan bahasa Indonesia tersebut bukan karena nilai bahasa atau cara berbahasa Indonesia para polisi lalu lintas itu jelek. Tetapi, mereka dilatih belajar bahasa isyarat Indonesia (bisindo).

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, Mulai Besok Bupati Malang Minta Warga Tidak Keluar Rumah

Kasatlantas Polres Malang Kota AKP Ari Galang Saputro mengungkapkan, pelatihan bisindo merupakan upaya meningkatkan skill polisi lalu lintas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, utamanya kaum masyarakat tunarungu. 

"Ini merupakan hal penting bagi anggota. Mereka yang menderita tunarungu kan juga nggak sedikit yang berlalu lintas di jalan raya. Kan mereka juga membutuhkan pelayanan dari anggota," ungkapnya (20/9/2018).

Jadi, dengan pelatihan Bisindo itu, anggota diharapkan mudah berkomunikasi dengan masyarakat tunarungu untuk menjaga keselamatan bersama. "Kalau ada imbauan-iimbauan lalu lintas, seperti rambu, anggota bisa menyampaikannya secara benar. Bisa saling memahami. Jadi, nggak hanya mereka yang tunarungu saja yang harus memahami," ucap Ari Galang.

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

Dalam pelatihan tersebut, satlantas bekerja sama dengan Konsorsium Ayo Inklusif dari Lembaga Saujana. "Dengan bisindo, kan juga bisa membedakan mana orang yang memang tunarungu dan mana yang bukan. Soalnya kan kadang ada yang berpura-pura tuli agar mereka tidak ditilang," tambah youth worker proyek Ayo Inklusif dari Lembaga Saujana, Beauty D. Sofranita. (*)

Topik
Satlantas Polres Malang Kotapelatihan berbahasa Indonesiabelajar bahasa isyarat IndonesiaPolres Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru