Relawan Inovator 4.0 mengajak masyarakat cerdas dalam riuhnya informasi sesat di medsos serta panasnya tahun politik menjelang Pilpres 2019 (Ist)

Relawan Inovator 4.0 mengajak masyarakat cerdas dalam riuhnya informasi sesat di medsos serta panasnya tahun politik menjelang Pilpres 2019 (Ist)



MALANGTIMES - Perang tagar di media sosial (medsos) sudah terbilang mengkhawatirkan. Antara pengusung #2019GantiPresiden dengan kebalikannya yang terus mendukung Jokowi untuk dua periode sebagai presiden. Kondisi perang di medsos antar dua pendukung tersebut, kerap meramaikan dunia nyata. Penolakan pemakaian dua tagar tersebut kerap menimbulkan gesekan. 

Kondisi tersebut diperparah dengan berbagai penyebaran informasi sesat atau informasi bohong (hoax) yang dengan mudah menjadi bahan bakar pertikaian di akar rumput. 

Bertolak dari sana, lahirlah tagar baru dengan mengusung tema besar walaupun dengan kalimat yang cukup 'nyentil' perilaku kebablasan di medsos. Memakai #2019WarasBareng dan dimotori oleh politikus dari PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko, tagar ini mengajak masyarakat untuk lebih cerdas menyikapi berbagai isu di tahun politik. 

Selain juga sebagai bentuk jawaban dengan semakin bergemuruhnya revolusi industri dengan paras zaman milenial saat ini. Dengan menyebut sebagai relawan inovator 4.0 yang merupakan perkumpulan pegiat inovasi digital dari unsur politikus, pegiat desa-kota, peneliti, matematikawan, seniman, dan teknolog. 

Secara lugas Budiman menyatakan relawan Inovator 4.0 dideklarasikan dengan tujuan untuk mewujudkan kehidupan masyarakat cerdas, berkehidupan layak, serta mampu menjawab tantangan revolusi industri. 

"Jadi relawan inovator 4.0 mengajak generasi milenial gegap gempita menghadapi revolusi industri serta tidak terjebak berbagai informasi sesat di tahun politik ini. Kita bertekad bekerja dan membangun Indonesia dengan data," kata mantan aktivis pergerakan di era Soeharto ini, seperti dilansir Suara Pembaharuan, Rabu (19/9/2018) kemarin. 

Membangun Indonesia dengan data merupakan sebuah antitesa dari riuhnya pergerakan medsos yang kerap terjebak pada berbagai informasi sesat, hoax dan ngawur secara logika. Tentunya informasi dengan ciri khas tersebut menjadi lahan bagi oknum-oknum untuk mencari keuntungan maupun kepentingan-kepentingan politik golongan. 

Budiman menegaskan, relawan inovator 4.0 juga memiliki cita-cita luhur dalam kondisi era digital yang lebih dipenuhi ujaran kebencian, sara, hoax. Serta disinyalir masih bergeraknya kelompok politik dan bisnis yang nyaman berselimut dosa masa lalu. Kelompok yang masih terlihat aktif mencengkramkan kukunya di dunia nyata maupun dunia maya. 

"Kita memimpikan masa depan Indonesia sebagai bangsa digital yang berkedaulatan dalam data, berkeadilan dalam teknologi dan akses informasi," ujar Budiman. 

Pemakaian tagar  #2019WarasBareng yang akan dideklarasikan hari ini (Kamis, 20/9/2018) sebagai alarm untuk mengingatkan masyarakat tentang kebutuhan Indonesia pada kepemimpinan yang bervisi. Pemimpin yang memilih dan berpihak pada kemajuan dan tidak terjebak pada masa lalu. Juga yang pro revolusi digital dan biologi pada semua tingkatan.

"Bukan pemimpin dari klan politik dan bisnis masa lalu," tegasnya juga. 

Karenanya, melalui #2019WarasBareng inilah, Budiman mengajak seluruh masyarakat untuk lebih cerdas menyikapi dinamika politik yang disuarakan begitu riuh melalui berbagai platform dunia maya. 

Tentunya bukan perkara mudah menancapkan idiom baru di tengah pergulatan berkepanjangan antara dua kubu yang memiliki pendukung sama fanatisnya tersebut. Tapi, ujar Budiman, tidak ada yang mustahil saat ilmu pengetahuan dan teknologi menyatu dengan jejaring sosial. 

"Untuk kemajuan Indonesia, tidak ada perbuatan besar yang tidak mungkin dijalankan. Tidak mudah tapi bukan hal mustahil," pungkasnya. 

End of content

No more pages to load