Ilustrasi hujan (istimewa)
Ilustrasi hujan (istimewa)

MALANGTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Malang Raya akan memasuki musim hujan pada November mendatang. Namun pada Rabu (19/9/2018) sore, beberapa wilayah di Kabupaten Malang mulai diguyur hujan yang cukup deras dengan durasi waktu kurang lebih 10 menit.

Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Karangploso, Anung Suprayitno menyampaikan, hujan yang mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Malang bukan menjadi pertanda masuknya musim penghujan. Karena berdasarkan data yang terpantau dalam dasarian dua, curah hujan masih kurang dari 5 mm.

Baca Juga : Pasien Positif Covid-19 Meningkat, Polres Malang Ancam Warga yang Tolak Pemakamannya

"Karena kriteria musim penghujan itu dalam satu dasarian curah hujannya lebih dari 50 mm," katanya pada MalangTIMES, Rabu (19/9/2018).

Menurutnya, angin timur dan faktor topografi ketinggian menyebabkan hujan hanya bersifat lokal. Sehingga hujan tak terjadi secara menyeluruh dan hanya mengguyur beberapa titik saja. Salah satunya Kecamatan Tumpang yang alami curah hujan lumayan deras.

Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Surabaya menyampaikan update peringatan cuaca Jawa Timur terkini. Dikatakan jika potensi hujan sedang dan lebat disertai petir dan angin kencang yang sesaat terjadi di beberapa wilayah Jatim seperti Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Batu, Malang, Ponorogo Timur hingga Madiun Timur diperkirakan dapat meluas ke wilayah Pasuruan, Lumajang, Trenggalek, Gresik, Situbondo, hingga Jember. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 18.10 WIB.

Sebelumnya, BMKG juga menyampaikan jika awal musim hujan 2018/2019 di 342 Zona Musim (ZOM) diprakirakan umumnya mulai bulan Oktober 2018 sebanyak 78 ZOM (22.8%), November 2018 sebanyak 147 ZOM (43.0%), dan Desember 2018 sebanyak 85 ZOM (24.9%). 

Sedangkan beberapa daerah lainnya awal Musim Hujan terjadi pada Agustus 2018 sebanyak 12 ZOM (3.5%), September 2018 sebanyak 10 ZOM (2.9%), Maret 2019 sebanyak 5 ZOM (1.5%), April 2019 sebanyak 4 ZOM (1.2%) dan Mei 2019 1 ZOM (0.3%).

Jika dibandingkan terhadap rata-ratanya selama 30 tahun (1981- 2010) di 342 Zona Musim, awal musim hujan 2018/2019, sebagian besar daerah yaitu 237 ZOM (69.3%) mundur jika dibandingkan dengan rata-ratanya dan 78 ZOM (22.8%) sama terhadap rata-ratanya. Sedangkan yang maju terhadap rata-rata 27 ZOM (7.9%).

Baca Juga : Kabupaten Malang Belum Merasa Perlu Terapkan PSBB

Sifat hujan selama Musim Hujan 2018/2019 di sebagian besar daerah yaitu 246 ZOM (71.9%) diprakirakan Normal dan 69 ZOM (20.2%) Bawah Normal. Sedangkan Atas Normal yaitu sebanyak 27 ZOM (7.9%).

Sedangkam puncak musim hujan 2018/2019 di 342 Zona Musim (ZOM) diprakirakan umumnya terjadi pada bulan Januari 2019 sebanyak 150 ZOM (43.9%) dan Februari 2019 sebanyak 77 ZOM (22.5%). 

Sementara beberapa daerah lainnya puncak Musim Hujan terjadi pada bulan September 2018 sebanyak 2 ZOM (0.6%), Oktober 2018 sebanyak 4 ZOM (1.2%), November 2018 sebanyak 24 ZOM (7.0%), Desember 2018 sebanyak 50 ZOM (14.6%), Januari 2019 sebanyak 149 ZOM (43.6%), Februari 2019 sebanyak 76 ZOM (22.2%), Maret 2019 sebanyak 14 ZOM (4.1%), April 2019 sebanyak 3 ZOM (0.9%), Mei 2019 5 ZOM (1.5%), Juni 2019 sebanyak 7 ZOM (2.0%), dan Juli 2019 sebanyak 6 ZOM (1.8%).