MALANGTIMES - Persoalan sampah di wilayadestinasi wisata pantai Malang Selatan perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak terkait. Terutama saat digelarnya berbagai event besar yang mendatangkan ribuan manusia di wilayah tersebut. 

Pasalnya, pengelolaan sampah di berbagai destinasi wisata pantai,  semisal di Balekambang, terbilang belum berjalan secara maksimal. Setiap kali diadakan acara besar di sana,  dipastikan berbagai sampah berserakan di berbagai lokasi pantai. 

Kondisi tersebut yang membuat pengelola di Balekambang kerap dibuat pusing tujuh keliling. Direktur Utama PD Jasa Yasa Kabupaten Malang Ahmad Faiz Wildan menyatakan, persoalan sampah menjadi hal klasik yang belum terpecahkan secara tuntas.  

“Dari 170 tong sampah yang ada, kami tambah menjadi 200 unit kalau ada acara. Tapi, masalah sampah masih saja terjadi. Bahkan masih ada  pengunjung yang gunakan tong sampah untuk api unggun,” kata Wildan, Rabu (19/9/2018).  

Bukan hanya pengelola Pantai Balekambang yang dibuat mumet. Pantai lainnya pun tidak terkecuali. Sampah yang dibuang sembarangan di berbagai lokasi wisata pantai bukan hanya terjadi sekali. 

Bupati Malang Dr H Rendra Kresna pun angkat bicara mengenai persoalan tersebut. Dalam berbagai kesempatan,  orang nomor satu di Kabupaten Malang ini menyerukan agar seluruh elemen ikut serta dalam gerakan bersih sampah. 

"Bukan hanya sekadar di kegiatan saja, tentunya. Tapi dalam setiap kesempatan. Masyarakat dan pengelola wajib untuk saling bekerjasama dalam persoalan ini," ujar Rendra. 

Dirinya mencontohkan mengenai keberhasilan wisata Pantai Tiga Warna di Tambakrejo,  Desa Sendang Biru,  Kecamatan Sumbermanjing Wetan,  yang berhasil menerapkan pengelolaan sampah wisata. 

"Di Tiga Warna pengelola bersama masyarakat saling bahu-membahu menerapkan pengawasan dan pengelolaan sampah dengan baik. Sehingga kebersihan pantainya terjaga. Ini patut untuk ditiru oleh yang lainnya," tegas ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur (Jatim) tersebut. 

Seperti diketahui,  wisata Pantai Tiga Warna sampai dijuluki Raja Ampat-nya Jawa dikarenakan keindahan alam serta tentunya kebersihannya yang terjaga dengan baik. 

Pernyataan tersebut tentunya perlu dilakukan tindak lanjut oleh para pengelola pariwisata pantai yang ada di Kabupaten Malang. Pengelolaan sampah terpadu,  sudah saatnya diterapkan di berbagai destinasi wisata pantai. Bank sampah,  misalnya, menjadi pintu masuk bagi penyelesaian persoalan klasik seperti yang disampaikan Wildan. 

"Rencananya begitu, Mas. Kami bangun bank sampah dahulu bekerja sama dengan lingkungan hidup. Jadi, sampah bisa terkelola dan juga menghasilkan warga sekitar," ujarnya. 

Selain sampah,  persoalan lain di lokasi wisata pantai adalah listrik. Dimana, pemadaman listrik kerap terjadi,  misalnya di Balekambang. Bahkan,  pemadaman tersebut bisa terjadi seminggu dua kali di wilayah tersebut. 

Maka, apa yang kerap disampaikan Bupati Malang mengenai kerja sama,  kerja keras serta inovasi terus menerus oleh seluruh elemen masyarakat. Menjadi harha mati bagi terus tumbuh dan berkembangnya sektor pariwisata di Kabupaten Malang. (*)