Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hiburan, Seni dan Budaya

Bupati Ipuk Joget Bumbung pada Malam Penutupan Banjoewangi Kolo Semono

Penulis : Nurhadi Joyo - Editor : A Yahya

08 - Jun - 2024, 18:25

Placeholder
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat joget Bumbung dalam penutupan acara Banjoewangi Kolo Semono di kantor Disbudpar Kabupaten Banyuwangi(Foto; Nurhadi Banyuwangi TIMES)

JATIMTIMES - Acara Banjoewangi Kolo Semono menjadi cara pemerintah untuk merawat dan mengembangkan kearifan lokal yang dimiliki Banyuwangi. Sekaligus sebagai sarana untuk memulihkan ekonomi rakyat lewat beragam kegiatan yang digelar dalam acara di Halaman Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi.

Ungkapan tersebut disampaikan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam penutupan acara pameran kerajinan klasik dan kuliner tradisional yang bertajuk “Banjoewangi Kolo Semono” .

Baca Juga : Berantas Kemiskinan, Bank Jatim Perbaiki Rumah Tak Layak Huni

Agenda yang berlangsung sejak 3 Juni 2024 tersebut mampu menarik animo masyarakat dan wisatawan nusantara maupun manca negara untuk datang dan berkunjung setiap harinya di kawasan kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi.

Bupati Ipuk menyampaikan rasa terima kasih kepada para pihak yang telah mendukung kelancaran dan kesuksesan gelaran pameran yang kental dengan nuansa etnis dan kearifan lokal.

“Kegiatan ini juga menjadi cara pemerintah untuk melakukan konsolidasi dengan seluruh stakeholder yang ada di Banyuwangi, seperti; seniman budayawan, dunia pendidikan dan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif,” ujar Bupati Ipuk.

Sementara salah seorang pengunjung Hariyanto (warga Kelurahan Kertosari) mengungkapkan dirinya merasa senang dapat berkunjung ke pameran. Dia bersama dengan istri dan ketiga anaknya menikmati sajian seni budaya dan aneka kuliner yan ada di stand pameran. “Saya bawa semua anak-anak supaya mereka tahu bagaimana sejarah dan kesenian Banyuwangi. Saya rasa acara seperti ini perlu diadakan setiap tahunya dan ditingkatkan lagi kualitasnya agar dapat menarik minat generasi muda,” kata Hariyanto.

Malam penutupan Banjoewangi Kolo Semono menjadi malam anugerah bagi para peserta lomba yang digelar sebelumnya.

Lomba yang digelar oleh panitia antara lain; lomba teater Celathu, musik tradisional dan sinden serta lomba tari tradisi kreasi baru.

Baca Juga : Sumringah dan Gayeng, Pj Bupati Tulungagung Ngaji Ngopi

Seluruh peserta lomba mendapatkan apresiasi yang diberikan langsung oleh bupati Banyuwangi.

Hadir dalam acara penutupan acara Banjoewangi Kolo Semono antara lain; Bupati Ipuk bersama perwakilan Forkopimda Banyuwangi, beberapa pimpinan OPD yang ada Pemkab Banyuwangi, Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Banyuwangi, Camat dan para pelaku seni dan budayawan serta beberapa undangan lain.

Dalam acara penutupan Banjoewangi Kolo Semono Bupati Ipuk sempat menari dan berjoget Bumbung bersama penari dengan iringan Musik Bumbung  dari Desa Patoman Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi.

Selain itu Bupati Ipuk bersama Forkopimda Banyuwangi dan para pejabat di lungkungan Pemkab Banyuwangi mengunjungi stand pameran dan melayani permintaan foto bersama masyarakat yang menyaksikan acara tersebut.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya banjoewangi kolo semono kabupaten banyuwangi ipuk fiestiandani



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nurhadi Joyo

Editor

A Yahya