Pantai Balekambang saat diserbu para wisatawan (foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Pantai Balekambang saat diserbu para wisatawan (foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kejadian tragis yang dialami dua mahasiswa Universitas Airlangga (Unair), menambah kesan angker Pantai Selatan yang ada di Kabupaten Malang.

Nadya Firsya Ramadhani warga Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, dan Excel Genius Darmawan warga Kebonsari Kota Surabaya, tewas diterjang derasnya ombak Pantai Bantol Kecamatan Donomulyo, Minggu (16/9/2018) lalu.

Kejadian ini membuat Kasat Polair Polres Malang AKP Dwiko Gunawan turut berkomentar.

Menurutnya, kelalaian menjadi faktor utama penyebab pengunjung tengelam.

Meski di semua objek wisata pantai yang ada di Kabupaten Malang sudah dilengkapi rambu-rambu dan papan peringatan, nyatanya, pngunjung terkadang memilih untuk mengabaikannya.

“Pengelola juga sudah mengingatkan, tapi ketika tidak diawasi mereka (pengunjung) biasanya melarang peraturan lagi,” terang Dwiko.

Dwiko menambahkan, ada beberapa pantai yang perlu diwaspadai karena karakteristik ombak yang membahayakan.

Pantai Ungapan misalnya. Pantai yang berlokasi di Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan ini, pada permukaannya memang nampak tenang.

Meski begitu, bukan berarti pengunjung bisa bebas bermain air. Sebab pusaran arus air didalam pantai cukup ganas.

“Pantai Ungapan memang sering menelan korban jiwa,” imbuhnya.

Selain itu, beberapa pantai selatan, termasuk Pantai Bantol yang menelan 2 korban minggu (18/9/2018) lalu, memang memiliki karakteristik ombak besar.

Serupa dengan Pantai yang berlokasi di Desa Banjarejo Kecamatan Donomulyo tersebut, Ombak besar juga menjadi karakter di Pantai Nganteb, Ngudel, Kondang Merak, dan Batu Bengkung.

“Beberapa pantai tersebut memang berhadapan dengan Samudera Hindia, sehingga terkenal dengan karakter ombak yang ganas," sambung Dwiko.

Para pengelola yang berinovasi dengan memberi berbagai wahana dan spot foto, juga menjadi salah satu faktor yang patut diwaspadai.

Pasalnya, indahnya pemandangan dan berkembangnya media sosial, membuat pengunjung berlomba-lomba untuk mencari spot foto terbaik, tanpa memperhatikan keselamatan.

“Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, kami sudah bekerjasama dengan beberapa instansi terkait seperti SAR, BPBD, dan PMI,” pungkasnya.