Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Lebih dari Seribu Warga Blitar Raya Cerai: Pertengkaran dan Ekonomi Jadi Pemicu Utama

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : A Yahya

08 - Jun - 2024, 16:29

Placeholder
Ilustrasi

JATIMTIMES - Dalam kurun waktu lima bulan pertama tahun 2024, Pengadilan Agama Kelas IA Blitar mencatat angka perceraian yang mencengangkan di wilayah Blitar Raya. Dari Januari hingga Mei, tercatat ada 1.508 pengajuan perceraian yang terdiri dari cerai talak maupun cerai gugat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.122 pasangan telah resmi bercerai dengan 264 kasus cerai talak dan 858 kasus cerai gugat yang dikabulkan oleh pengadilan.

Ahmad Syaukani, Plt Humas Pengadilan Agama Kelas IA Blitar, menjelaskan bahwa penyebab utama perceraian di Blitar Raya adalah perselisihan yang terjadi secara terus-menerus. "Banyak pasangan mengaku tidak siap menghadapi berbagai permasalahan dalam rumah tangga, sehingga sering terjadi pertengkaran yang tidak kunjung selesai," kata Syaukani pada Jumat (7/6/2024). Dia menambahkan bahwa mayoritas dari pasangan ini adalah mereka yang masih berusia di bawah 30 tahun.

Baca Juga : Imbas Bazar Blitar Djadoel, KAI Imbau Penumpang dari Stasiun Blitar Datang Lebih Awal 

Selain perselisihan, faktor ekonomi juga menjadi pemicu dominan perceraian. Syaukani mengungkapkan, "Sebagian besar masalah ekonomi yang memicu perceraian adalah karena suami malas bekerja dan justru bergantung pada istri yang bekerja." Ketidakmampuan suami untuk menjadi tulang punggung keluarga kerap kali menimbulkan konflik yang berujung pada perceraian.

Namun, tidak hanya dua faktor tersebut yang menjadi penyebab retaknya rumah tangga. Pengadilan juga mencatat kasus-kasus perceraian yang disebabkan oleh alasan lain seperti meninggalkan salah satu pihak, poligami yang tidak diterima oleh istri, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perselingkuhan, kecanduan alkohol, perjudian, dan beberapa faktor lainnya.

Ahmad Syaukani juga menekankan bahwa dari banyaknya pengajuan perceraian, terlihat bahwa lebih banyak istri yang menggugat cerai daripada suami. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan di Blitar Raya mulai lebih berani mengambil langkah untuk keluar dari hubungan yang tidak sehat.

Di tengah lonjakan kasus perceraian ini, Pengadilan Agama Kelas IA Blitar terus berupaya memberikan layanan yang maksimal dalam menangani setiap kasus perceraian. Syaukani berharap masyarakat dapat lebih memahami dan siap menghadapi berbagai tantangan dalam pernikahan agar angka perceraian dapat ditekan. "Kami selalu mengedepankan upaya mediasi sebelum memutuskan perceraian, tetapi pada akhirnya keputusan tetap ada di tangan pasangan," tuturnya.

Baca Juga : Seruduk Xenia di Tol, Sopir Mobil Putih Langsung Tancap Gas Kabur

Dengan meningkatnya kasus perceraian, Ahmad Syaukani mengingatkan pentingnya kesiapan mental dan ekonomi dalam membangun rumah tangga. "Perselisihan dan masalah ekonomi bisa diminimalisir jika pasangan memiliki komitmen dan kesiapan yang matang sebelum menikah," pungkasnya.

Kasus perceraian yang terus meningkat ini menjadi cerminan betapa pentingnya edukasi pranikah dan dukungan yang memadai bagi pasangan muda untuk membina rumah tangga yang harmonis dan stabil.


Topik

Peristiwa pengadilan agama blitar ahmad syaukani perceraian blitar



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya