Letak jembatan baja Jurang Mayit atau Jurang Klampok,  Srigonco, Bantur, yang kini sudah selesai sekitar 65 persen (foto: Nana/ MalangTIMES)

Letak jembatan baja Jurang Mayit atau Jurang Klampok, Srigonco, Bantur, yang kini sudah selesai sekitar 65 persen (foto: Nana/ MalangTIMES)



MALANGTIMES - Bagi masyarakat Kabupaten Malang, khususnya yang kerap menghabiskan waktu berekreasi ke wisata Pantai Balekambang maupun pantai lainnya di Malang Selatan, tentunya tidak akan lupa dengan Jurang Mayit di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. 

Jurang tersebut menurut kepercayaan warga sekitar terbilang angker dan dihuni makhluk astral. Konon, banyak pengendara yang kerap menemui sosok astral tersebut. 

Selain kepercayaan tersebut, Jurang Mayit terkenal dengan medannya yang ekstrim bagi para pengendara. Selain lebar jalan yang terbilang sempit, tanjakan dan turunan yang ekstrim kerap menimbulkan kecelakaan di areal tersebut. 

Kondisi inilah yang akhirnya membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang membangun jalur baru. Berupa jembatan baja di Jurang Mayit atau juga dikenal dengan sebutan Jurang Klampok, sejak beberapa tahun lalu sampai saat ini. 

Pembangunan jembatan baja Klampok dimaksudkan untuk memangkas jalur masyarakat maupun wisatawan ke destinasi pantai Malang Selatan. Tanpa perlu lagi melewati rute Jurang Mayit yang ekstrim. 

"Harapan awal kita agar wisatawan bisa lebih nyaman dan tentunya aman saat menuju pantai Malang Selatan. Pembangunan jembatan akan 'mengistirahatkan' rute Jurang Mayit, nantinya," kata Romdhoni Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Selasa (18/9/2018). 

Tapi, lanjut Romdhoni, untuk menyelesaikan pembangunan jembatan baja Jurang Klampok tersebut,  pihaknya masih membutuhkan anggaran sekitar Rp 14 miliar. Anggaran tersebut untuk melanjutkan pembangunan jalan dan beton jembatan sebesar Rp 6 miliar. Sedangkan sisanya, Rp 8 miliar untuk rangka baja jembatannya. 

Seperti diketahui, di lapangan sampai saat ini pembangunan jembatan baja tersebut progresnya sudah sekitar 65 persen. Total anggaran yang sudah dikeluarkan sampai saat ini sekitar Rp 12 miliar. Untuk tahap pertama Rp 5 miliar, sedangkan tahap kedua sebesar Rp 7 miliar. Dimana kini bentang pondasi sisi kanan dan kiri telah selesai. 

"Kita rencanakan Agustus tahun depan, jembatan tersebut bisa difungsikan," ujar Romdhoni yang juga mengatakan, Pemkab Malang juga sedang mengusulkan bantuan anggaran ke Kementerian PUPR RI untuk penyelesaian jembatan baja Klampok. 

Mantan Kadis Cipta Karya Kabupaten Malang ini memiliki skema anggaran untuk penyelesaian pembangunan jembatan dengan panjang 102 meter tersebut. Yaitu, menggunakan anggaran daerah seperti tahun lalu dengan skema pendampingan dana pusat yang sedang diajukan ke Kemen PUPR. 

"Jadi kekurangan Rp 14 miliar nanti dialokasikan di tahun depan melalui APBD serta ajuan bantuan ke pusat. Jika usulan kita diterima, maka kita tinggal alokasikan Rp 6 miliar dari APBD," imbuhnya. 

Selain anggaran yang masih kurang Rp 14 miliar, Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang pun di tahun ini sedang berupaya menyelesaikan pembebasan lahan untuk jalan masuk dan keluar jembatan yang dirasa kurang luas saat ini. Serta melakukan beberapa pelebaran dan perbaikan jalan sebelum masuk ke arah jembatan. 

"Semoga tahun ini beberapa kegiatan bisa berjalan lancar. Sehingga target penyelesaian bisa terealisasi," ucap Romdhoni. 

Di kesempatan berbeda, beberapa warga sekitar pembangunan jembatan baja Jurang Klampok pun, memiliki harapan yang sama dengan Pemkab Malang. Sudarmadji menyatakan, apabila jembatan selesai maka kepadatan kendaraan yang merayap di jalur Jurang Mayit bisa teratasi. 

"Enggak akan macet seperti sekarang. Selain tentunya rawan kecelakaan di sini. Kalau sudah jembatan jadi jalurnya kan akan ke situ nanti," ucap Sudarmadji.  

End of content

No more pages to load