A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/home/malangtimes.com/public_html//laksamana/ci_session4kqsholfdhqq5gfe7shdmtgergkbl3gr): Failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 177

Backtrace:

File: /home/malangtimes.com/public_html/application/controllers/News.php
Line: 10
Function: __construct

File: /home/malangtimes.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /home/malangtimes.com/public_html//laksamana)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 137

Backtrace:

File: /home/malangtimes.com/public_html/application/controllers/News.php
Line: 10
Function: __construct

File: /home/malangtimes.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kesedihan Nenek Darmi Divonis 1,5 Bulan gegara Pukul Keponakan Pakai Gagang Sapu - Malang Times
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Kesedihan Nenek Darmi Divonis 1,5 Bulan gegara Pukul Keponakan Pakai Gagang Sapu

Penulis : Ahmad Istihar - Editor : Yunan Helmy

05 - Jun - 2024, 15:29

Placeholder
Nenek Darmi didampingi elemen mahasiswa dan masyarakat saat menggelar unjuk rasa atas keprihatinan penegakan hukum di Kabupaten Tuban (05/06/2024).(Foto Ahmad Istihar/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kisah sedih dialami seorang nenek asal Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, bernama Darmi. Darmi dipolisikan oleh keponakannya sendiri karena tidak terima dipukul menggunakan gagang sapu.

Kasus yang menyeret petani berusia 53 tahun itu berawal saat Darmi didatangi keponakannya berinisial HR di rumahnya pada Jumat Januari 2024 sekitar pukul 12.30 WIB lalu. Kala itu Darmi diomeli dan dituduh berbicara kepada semua orang bahwa tanah yang ditempati HR saat ini merupakan tanah warisan.

Baca Juga : Sempat Surplus, Neraca Perdagangan Jatim Kembali Defisit USD 395,44 Juta

Saat didatangi, Darmi sempat menjelaskan bahwa dirinya tidak mengumbar perkataan itu. Tapi HR tidak percaya penjelasan Darmi. Dengan suara tinggi, HR mendorong-dorong Darmi hingga jatuh disertai mengolok-olok dan menuduhnya punya utang tapi tidak mau membayar.

Darmi yang tidak terima diperlakukan seperti itu kemudian berusaha meraih sapu. Awalnya ia hanya menakut-nakuti agar HR segera pergi dari rumahnya. Namun upaya itu justru membuat HR menantang Darmi untuk memukul. Darmi kemudian memukul tangan HR dan kasus itu dilaporkan ke polisi.

"Saya didatangi lalu keponakan saya itu marah-marah. Saya ambil sapu lalu ingin menakut-nakuti tapi dia malah nantang. Ya saya pukul," kata Darmi.

Darmi menjelaskan, sebelum kasus pemukulan berlanjut ke meja hijau, dia  beserta keluarga sempat meminta maaf kepada HR agar kasus tersebut tidak usah dilanjutkan. Namun upaya itu tak membuahkan hasil dan kasusnya masih berlanjut.

Darmi mengaku sedih dan tertekan dengan kasus yang ia alami saat ini. Sebab, selain  harus menghadapi tuntutan hukum, dia juga harus merawat suaminya yang kini lagi sakit. 

Sementara kasus ini telah memasuki vonis hakim. Darmi divonis 1,5 bulan penjara.

Baca Juga : Inilah Tempat Download Struk SPBU Word yang Paling Dicari!

"Ya sedih, takut juga. Apalagi menghadapi masalah ini, ditambah suami lagi sakit. Jadi kepikiran terus," pungkasnya.

Sementara solidaritas dan keprihatinan ditunjukkan beragam elemen mahasiswa dan masyarakat yang peduli akan penegakan hukum di wilayah Kabupaten Tuban. Mereka menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri Tuban, Pengadilan Negeri Tuban, dan Mapolres Tuban.

 


Topik

Peristiwa Kisah nenek Darmi Tuban kasus penganiayaan Tuban nenek dilaporkan keponakan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ahmad Istihar

Editor

Yunan Helmy