Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

MALANGTIMES - Terus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan masih menjadi tujuan Pemkot Batu melalui Dinas Pariwisata. Berbagai langkah ditempuh. Di antaranya menyusun kalender event pada 2019 mendatang.

Kalender event ini merupakan jadwal pasti kegiatan-kegiatan festival yang ada di Kota Batu. “Kalender event ini merupakan jadwal event-event yang ada di seluruh Kota Batu,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono.

Kalender event sangat penting diinformasikan agar wisatawan mengetahui berbagai festival di Kota Batu. Dari situ, wisatawan akan berbondong-bondong datang melihat kegiatan menarik tersebut. Dengan demikian, kedatangan turis akan berpengaruh pada tingkat kunjungan di Kota Batu. 

Terlebih ada masa tingkat kunjungan menurun pada bulan-bulan tertentu. Yakni  Februari, Maret, Mei, Juni, Oktober, dan November. “Enam bulan tertentu masa di mana kunjungan menurun di Kota Batu,” ujar Imam kepada BatuTIMES.

Karena itu, dalam waktu dekat ini, Dinas Pariwisata akan mengumpulkan kepala desa, lurah, Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, serta pelaku usaha swasta di Kota Batu. Tujuannya menentukan jadwal pasti kegiatan-kegiatan yang akan digelar pada 2019 mendatang.

“Kami kumpulkan dan bisa tahu mereka punya event apa saja. Kemudian mereka harus pastikan tanggal supaya tidak ada jadwal bentrokan. Sehingga bisa tahu pada bulan ini eventnya apa saja dan di mana saja. Misalnya Colour Fun di Jatim Park 2 pada bulan Oktober,” kata pria yang juga staf ahli Pemkot Batu ini.

Terpisah, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan bakal mengadakan pertemuan dengan pihak desa/kelurahan, dinas terkait, pelaku usaha wisata, dan sebagainya untuk mengemas dengan apik paket wisata. Hal ini dilakukan agar wisatawan mengetahui agenda-agenda besar yang dimiliki Kota Batu.

“Nanti kami kumpulkan bersama membahas seperti paket wisata. Oh di desa ini akan festival kampung tani misalnya selama beberapa hari. Di sini pelaku usaha bergerah bidang wisata bisa menjual paket,” kata Dewanti. 

Dengan demikian, yang disusun bukan hanya kalender event Kota Batu, melainkan juga mengemas menjadi sebuah paket wisata agar wisatawan bisa betah di Kota Batu selama beberapa hari.

Paket wisata bisa ditawarkan karena Kota Batu sudah memiliki beragam wisata, mulai buatan, alam, kesenian, kebudayaan, penginapan, dan sebagainya. Dan sebagian desa atau kelurahan sudah siap untuk memajukan wisata seperti visi Kota Batu, yakni ‘Desa Berdaya Kota Berjaya’. (*)