Ingatkan Sejarah Lambang Garuda, Rendra Kresna Ajak Warganya Bangga Jadi Orang Kabupaten Malang

Bupati Malang Rendra Kresna saat meresmikan agenda Lomba Cipta Kreasi Daur Ulang di Pantai Balekambang, Kecamatan Bantur (foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Bupati Malang Rendra Kresna saat meresmikan agenda Lomba Cipta Kreasi Daur Ulang di Pantai Balekambang, Kecamatan Bantur (foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kemeriahan acara Lomba Cipta Kreasi Daur Ulang, menyita perhatian banyak wisatawan di Pantai Balekambang yang terletak di Desa Seigonco Kecamatan Bantur minggu (16/9/2018). Event itu seolah menjadi moment bagi Kabupaten Malang untuk membuktikan bahwa The Heart Of East Java, bukan sekedar slogan semata. Melainkan sudah menjadi semangat sekaligus bukti jika daerah yang dipimpin Rendra Kresna ini, memang layak menyandang gelar jantungnya Jawa Timur.

 

Itulah salah satu point penting yang disampaikan Bupati Malang Rendra Kresna, saat meresmikan serangkaian acara hari jadi Kabupaten Malang yang ke 1258. Rendra mengatakan, jika potensi yang ada di Kabupaten Malang memang sangat beragam. Di sektor wisata misalnya, mulai dari pariwisata alam, kuliner, hingga edukasi seperti candi serta monumen bersejarah lainnya, menjadi alasan kuat kenapa masyarakat harus merasa bangga. “Capaian ini bukan karena saya semata, melainkan kerja keras serta kerjasama tim dari semua pejabat, instansi, serta para warga yang turut serta mensukseskan Kabupaten Malang hingga menjadi seperti saat ini,” tegas Rendra.

 

Orang nomor satu di Kabupaten Malang ini, masih ingat betul kejadian pada 2010 lalu. Dimana masih banyak dusun yang belum memiliki fasilitas listrik. Selain itu, juga banyak akses jalan yang tidak memadai, sehingga alur ekonomi masyarakat turut terpengaruh. Perlahan, permasalahan ini mulai memudar. Berawal dengan membangun dari daerah pinggiran, kini kesejahteraan sudah merata hingga pelosok Kabupaten Malang. “Tahun 2010 lalu ada 114 desa tertinggal, di tahun 2017 tercatat sudah tidak ada lagi desa tertinggal di Kabupaten Malang,” imbuhnya.

 

Pria yang juga menjabat ketua DPW partai Nasdem Jawa Timur ini, juga menyatakan sedang berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan. Salah satunya dengan terus mengupayakan agar Bandara Abdul Rachman Saleh, menjadi badara internasional. “Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, juga mendukung gagasan ini,” tuturnya.

 

Tidak hanya di sektor wisata, Kabupaten Malang juga memiliki sejarah yang panjang akan berdirinya Republik Indonesia. Rendra menyampaikan, simbol negara yakni burung garuda berasal dari Kabupaten Malang. Tepatnya pada 1949 lalu, presiden Soekarno menyuruh beberapa sahabatnya untuk membuatkan lambang negara.

Mendapat amanat tersebut, para sahabat akhirnya memulai perjalanan hingga ke Malang untuk mencari ide. Hingga akhirnya rombongan singgah ke Desa Kidal Kecamatan Tumpang. Disana mereka menemukan lambang burung garuda, yang tergambar di Candi Kidal.

Tidak hanya itu saja, slogan Bhinneka Tunggal Ika juga berasal dari Malang. Tepatnya diucapkan pertama kali oleh Raja Singhasari, yang dikenal dengan sebutan Ken Arok. Berkat sederet potensi dan sejarah ini, Rendra menggambarkan melalui sebuah lagu. Yaitu tembang yang berjudul Bidadari Tak Bersayap, yang dipoluperkan oleh Anji. “Kabupaten Malang itu, Sederhana Namun Indah,” pungkasnya.

Editor : A. Yahya

Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top