Suguhkan Kostum Berbahan Barang Bekas, Malang Flower Carnival 2018 Tuai Pujian

Peserta Malang Flower Carnival saat berlenggak-lenggok dengan kostum bertema bunga di kawasan Simpang Balapan. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Peserta Malang Flower Carnival saat berlenggak-lenggok dengan kostum bertema bunga di kawasan Simpang Balapan. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Untuk kali kesekian, Malang Flower Carnival (MFC) kembali digelar di Kota Malang. Mengusung tema Wonderful Indonesia Flower, gelaran yang dilaksanakan di kawasan Jalan Ijen itu berhasil menuai pujian dari masyarakat lokal hingga mancanegara.

 

Bagaimana tidak. MFC bukan sekadar menyuguhkan fashion yang menarik dan sedap dipandang mata. Tetapi juya mengusung semangat mencintai lingkungan. Sebab, lebih dari 30 persen kostum yang dipamerkan dengan tema bunga Nusantara itu dibuat dari bahan bekas atau hasil daur ulang.

Chairman Malang Flower Carnival (MFC) Agus Sunandar menyampaikan, berbahan produk daur ulang, sederet karya yang disuguhkan sekitar 150 desainer di seluruh Indonesia itu membuktikan jika inovasi mampu menyuguhkan keindahan. Terlebih, ada 200 lebih kostum cantik yang dibawakan model yang berlenggak-lenggok dengan jarak sekitar 800 meter itu.

"Malang Flower Carnival ini memiliki ciri khas tersendiri yang menonjolkan bunga Nusantara. Ini yang membedakan MFC dengan carnival lain di Indonesia," jelas Agus usai gelaran besar itu, Minggu (16/9/2018).

Lebih jauh, dosen Jurusan Tata Busana Universitas Negeri Malang (UM) tersebut menerangkan, para peserta MFC selama ini selalu menjadi perwakilan Indonesia dalam berbagai helatan skala internasional. Paling dekat akan mewakili Indonesia di Prancis.

"Kami sudah 32 kali mewakili Indonesia dalam ajang internasional. Tentu ini prestasi yang membanggakan," ucap Agus.

Menurut dia, tema Wonderful Indonesia Flower itu bertujuan menyuguhkan keberagaman dan keindahan bunga Nusantara. Selain itu, MFC lebih mengedepankan nilai dan budaya lokal. Itu diwujudkan dari para peserta yang menggunakan topeng Malangan hingga Ken Arok dan Ken Dedes.

"Dan yang membedakan MFC tahun ini dengan tahun sebelumnya adalah kehadiran kostum karakter yang semuanya disuguhkan teman-teman dari Malang sendiri," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menambahkan, event MFC menjadi salah satu ajang pertunjukan yang selalu dinanti maayarakat. Hal itu dapat dilihat dari membludaknya jumlah masyarakat yang datang untuk menonton. "Dan turis mancanegara sudah banyak yang tahu dan turut menyaksikan gelaran ini," ungkap dia.

Ke depan, ia pun berharap agar peserta MFC tidak hanya berasal dari dalam negeri, melainkam juga dari kancah internasional. Terlebih selama ini para peserta MFC sudah banyak yang diminta turut menjadi perwakilan Indonesia dalam berbagai perhelatan.

"Dan MFC menjadi salah satu alat promosi bagi pemerintah pusat di dunia internasional. Maka ke depan kami berharap akan ada dukungan fresh money untuk meningkatkan produk MFC," pungkasnya. (*)

 

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top