Disperkim Sarankan Korban Pohon Roboh Kirim Proposal Bantuan ke Wali Kota Malang

Para personil UPT TPU Disperkim Kota Malang dan BPBD Kota Malang usai melakukan kerja bakti di rumah warga yang tertimoa pohon TPU Ngujil (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Para personil UPT TPU Disperkim Kota Malang dan BPBD Kota Malang usai melakukan kerja bakti di rumah warga yang tertimoa pohon TPU Ngujil (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Korban robohnya pohon Flamboyan setinggi kurang lebih 25 meter di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ngujil, Bunulrejo, Blimbing, Kota Malang, pada Senin (10/9/2018) mulai mendapat perhatian.

Tiga rumah yang jadi sasaran pohon besar di samping TPU mendapatkan perhatian dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang.

Disperkim Kota Malang melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPU, Disperkim Kota Malang bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, melakukan kerja bakti membersihkan sisa-sisa pohon roboh yang masih tergeletak di belakang rumah yang tertimpa pohon tersebut.

Kepala UPT TPU, Takroni Akbar mengungkapkan dari kejadian tersebut, Disperkim tidak bisa memberikan bantuan secara materil kepada para korban yang rumahnya tertimpa pohon.

"Di dinas, pagu anggaran untuk itu belum ada, sehingga ini dianggap menjadi sebuah musibah. Karena kami hanya bisa membantu untuk tenaga membersihkan puing-puing robohan pohon," jelas Takroni (16/9/2018).

Namun begitu, menurutnya korban tetap merupakan bagian dari warga Kota Malang, sehingga pihaknya menyarankan agar korban membuat  proposal pengajuan bantuan ke Wali Kota Malang langsung. 

"Saya sarankan untuk mengajukan ke walinkota. Jadi kalau nanti wali kota setuju, tinggal siapa atau dinas mana yang akan ditunjuk untuk melaksanakan itu. Kalau untuk BPBD kan ada anggaran itu," bebernya.

Dilanjutkan Takroni, memang sebelumnya sudah ada laporan pohon rawan tumbang. Namun pihaknya tidak dapat berbuat sesuatu.

Pasalnya keterbatasan alat untuk penanganan pohon rawan tumbang tersebut masih belum memadai.

Sementara itu, sisa batang pohon besar yang berdiameter satu meter lebih, dan panjang sekitar 10 meter, akhirnya dipotong-potong oleh BPBD menjadi bagian-bagian kecil, sehingga mudah untuk dipindahkan.

"Nah ke depan tentunya pohon-pohon yang ada akan kita rawat. Cabang-cabang yang sekiranya membahayakan akan dipangkas," tambahnya.

Selain alasan sosial, kegiatan ini juga merupakan upaya UPT TPU Disperkim Kota Malang, untuk juga menyukseskan World Clean Up Day atau hari bersih-bersih sedunia.

Editor : Heryanto
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top