Sikat Perhiasan Milik PNS Asal Malang, Residivis Dihadiahi Timah Panas

Pencuri perhiasan dan barang berharga milik PNS Asal Malang sedang menjalani pemeriksaan
Pencuri perhiasan dan barang berharga milik PNS Asal Malang sedang menjalani pemeriksaan

MALANGTIMES - Seorang residivis kasus pencurian terpaksa dihadiahi timah panas oleh Tim Resmob Polres Banyuwangi.

Dia adalah Herman, (36), warga Dusun Krajan Dua, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng.

Dia diduga kuat telah mencuri perhiasan serta sejumlah barang berharga milik Titik Indrawati, (50), seorang PNS asal Blimbing, Kota Malang.

Aksi pencurian yang dilakukan Herman ini terjadi pada pertengahan Juni lalu. Kebetulan korban sedang berada di Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring, Banyuwangi.

Sekitar pukul 04.30 WIB, korban terbangun karena tas miliknya ditarik pelaku dari luar jendela.

“Korban sempat berteriak minta tolong, tapi tersangka saat itu berhasil kabur membawa tas korban,” jelas Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Panji Prathista Wijaya, Minggu (16/9/18).

Tas bermerek LV warna coklat itu berisi identitas kartu PNS, dua kartu ATM, SIM A dan C, uang tunai Rp 2 juta, perhiasan emas dengan berat total 124 gram, dan 3 unit HP.

Total kerugian yang dialami korban mencapai Rp 50 juta. Kejadian itu pun dilaporkan korban ke polisi.

Berdasarkan laporan korban tersebut, tim resmob kemudian melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya didapatkan informasi akurat yang mengarah pada tersangka.

Penangkapanpun dilakukan di rumah tersangka. Namun tak disangka residivis ini mencoba kabur dengan melawan petugas.

Tak ingin kehilangan buruannya, petugas melumpuhkan pelaku dengan menyarangkan timah panas di kaki tersangka.

Kemudian petugas melakukan penggeledahan di rumah tersangka. Hasilnya ditemukan HP milik korban. Polisi juga menyita satu unit sepeda motor Vixion milik tersangka.

“Motor ini dibeli dengan uang hasil penjualan perhiasan yang dicuri pelaku,” ungkapnya.

Dijelaskan, tersangka melakukan pencurian dengan sistem hunting. Sekitar 01.00 WIB dia berjalan mencari sasaran rumah yang jendelanya kurang kuat atau tidak ada teralisnya.

Setelah mendapatkan sasaran, pelaku mengambil barang yang ada di dalam kamar melalui jendela.

“Tersangka ini merupakan residivis kasus yang sama, dia sudah dua kali keluar masuk penjara,” bebernya.

Editor : Heryanto
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top