12 Tahun, 7 Bayi Bermata Satu Tanpa Hidung Lahir Diberbagai Negara

Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)

MALANGTIMES - Fenomena bayi terlahir dengan memiliki mata satu dan tanpa hidung terus terjadi di berbagai negara.

Terbaru, kejadian yang membuat orang tua serta dokter yang membidani kelahiran sang bayi syok,  terjadi di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatra Utara, Kamis (13/9/2018) lalu. 

Bayi perempuan malang tersebut, dari berbagai peristiwa serupa diberbagai negara  terbilang lama menghirup udara dunia.

Dilansir dari beberapa media, sang bayi bertahan sekitar tujuh jam setelah dilahirkan. 

"Kalau yang di Mesir bertahan lima jam. Ini peristiwa yang ketujuh yang terjadi di berbagai negara," kata Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal Syarifuddin Nasution, seperti dikutip dari media nasional, Sabtu (15/9/2018) kemarin. 

Dari beberapa sumber resmi,  kasus kelahiran bayi bermata satu tanpa hidung,  telah terjadi sejak tahun 2006 sampai saat ini. Dari tahun 2015, kasus tersebut bahkan terjadi setiap satu tahun sekali secara berantai di berbagai negara. Ada rentan waktu yang terbilang kontinyu di periode tahun tersebut. 

Artinya, kasus memilukan dan sampai saat ini baru didagnosis dikarenakan obat-obatan yang dikonsumsi saat mengandung, virus, holoprosensefali yaitu kegagalan otak depan embrio untuk membagi orbit mata menjadi dua lubang selama perkembangan bayi di dalam rahim.

Cukup menjadikan para perempuan hamil untuk lebih selektif dalam menjaga konsumsi makanan dan paparan polutan di sekitarnya. 

Di tahun 2006, kasus bayi lahir dengan mata satu dan tanpa hidung terjadi dua kali. Yaitu di Chennai, India dan St Petersburg, Rusia. 

Di India, para dokter telah melihat melalui pemeriksaan sonogram adanya kelebihan gumpalan air di otak bayi yang dikandung seorang wanita saat memeriksakan kehamilannya yang berusia ke-32 minggu.

Saat itu dokter mendiagnosis bayi tersebut menderita Cyclopia. Walau sudah mendiagnosis, para dokter yang melakukan operasi cesar,  tetap terkejut melihat bayi tersebut saat lahir. 

Rentang enam bulan sebelum kelahiran menghebohkan di India. Di Rusia, para dokter juga telah mendiagnosis terjadinya kelahiran tersebut sejak seorang perempuan memeriksakan kandungannya yang berusia 7 bulan. Tapi, kasus tersebut tetap membuat para dokter terkejut.

Selain bermata satu dan tanpa hidung, bayi tersebut juga memiliki rambut ikal tebal di punggung, bahu, dan kepalanya. Mata sang bayi malang yang akhirnya meninggal setelah dilahirkan berwarna biru pada dahinya. 

Setelah dua kejadian tersebut, tiga tahun kemudian,  yaitu tahun 2009, baru kembali terjadi peristiwa serupa di Kota Sipalay, Filipina. Melansir dari neurologi, kondisi yang tengah jadi sorotan ini terjadi karena holoprosensefali yang merupakan kegagalan otak depan embrio untuk membagi orbit mata menjadi dua lubang selama perkembangannya di dalam rahim.

Sejak peristiwa tahun 2009, masyarakat dunia tidak lagi mendengar penyakit langka tersebut. Hampir sekitar enam tahun, penyakit yang membuat para dokter dan tentunya orang tua si bayi syock berat, ternyata kembali dan terulang. 

2015, giliran para dokter di rumah sakit El Senbellawein, Mesir, yang mengalami hal tersebut. Bayi dengan kondisi fisik  sama yang terjadi beberapa tahun lalu membuat mata dunia kembali terbuka. Bahwa ada kondisi mengkhawatirkan yang terjadi pada para ibu hamil,  walaupun kasus terbilang terbilang langka. 

Hanya rentang waktu satu tahun,  kejadian tersebut kembali terjadi. Kini masyarakat di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, yang dihebohkan dengan kelahiran bayi bermata satu tanpa hidung. Lahir di puskesmas Air Itam Kota Pangkalpinang, tahun 2016 lalu, sang bayi naas ini langsung menghembuskan nafas terakhirnya saat dilahirkan. 

Tahun 2017, kembali warga Filipina bernama Pahmia yang mengalami hal serupa. Sebelum melahirkan sang bayi yang akhirnya juga meninggal beberapa menit setelah dilahirkan, sang ibu sempat mengalami pendarahan.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh para dokter,  akhirnya Pahmia dinyatakan normal. Sayangnya,  di usia kehamilan keenam,  para dokter menemukan adanya kesalahan perkembangan janin dalam rahim Pahmia. 

Dari 12 tahun sejak terjadinya kasus kelahiran bayi bermata satu tanpa hidung tersebut, dua negara yang sampai saat ini mengalami dua kali kasus. Filipina di tahun 2009 dan tahun 2017 dengan Indonesia di tahun 2016 dan tahun 2018.

Editor : Heryanto
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top