Satu Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur di Kabupaten Malang Lolos dari Pantauan Polisi

ilustrasi (foto : fokusjambi)
ilustrasi (foto : fokusjambi)

MALANGTIMES - Kasus pencabulan anak di bawah umur diduga kembali terjadi di Kabupaten Malang. 

Sebelumnya, Sapril warga Desa/Kecamatan Pakisaji ini, tega “memangsa” dua anak kandungnya sendiri, yang masih berusia 14 dan 18 tahun selama bertahun-tahun.

Kini kasus serupa ditengarai terulang lagi. SU (inisial) warga Dusun Mulyosari Kecamatan Gedangan, tega memperkosa siswi yang masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar.

Dari pendalaman MalangTIMES di lapangan, kronologi bermula ketika Melati (nama samaran), warga Dusun Mulyosari Kecamatan Gedangan, menyaksikan hiburan rakyat yang yang ada di kampungnya pada 7 Agustus lalu.

Korban tidak sendirian, saat itu dia bersama salah satu teman sebayanya, yang juga seorang perempuan. 

Susana yang ramai dimanfaatkan oleh peredator anak yang berinisial SU, guna melampiaskan nafsu bejatnya.

Ketika itu, pria 25 tahun yang juga tetangga korban tersebut, mengajak Melati ke kamar.

Dengan polosnya, gadis belia ini, terpaksa mengikuti pelaku yang saat itu menyeret dan memaksanya.

Setelah puas memperkosa siswi kelas enam di salah satu sekolah negeri di Desa Sumberejo tersebut, kemudian korban diancam akan dianiaya jika menceritakan kepada orang lain.

Kejadian ini baru diketahui keluarga sekitar dua minggu kemudian. Karena mengalami sakit saat buang air kecil, akhirnya korban mengeluh kepada bibiknya.

Melati mengaku rasa sakit yang dialaminya tersebut, dirasakan pasca diperlakukan tidak senonoh oleh tetangganya sendiri.

Mengetahui hal ini, pihak keluarga akhirnya melabrak pelaku. Bahkan ketua RT setempat juga menengahi kasus ini.

Melalui keluarganya, pelaku mengaku apa yang disampaikan Melati adalah benar. 

Merasa tidak terima, keluarga korban melaporkan aksi bejat SU ke Polres Malang pada 22 Agustus lalu.

Bahkan sederet pemeriksaan hingga visum sudah ditempuh korban. Namun hingga kini pelaku belum diamankan polisi.1

Berawal dari penelusuran itu, wartawan MalangTIMES mencoba mencari kebenaran dari kesaksian keluarga korban. Namun salah satu penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang, membantah penemuan MalangTIMES saat ditemui langsung beberapa hari lalu.

“Tidak ada laporan yang kami terima terkait kasus tersebut,” terang salah satu penyidik UPPA Polres Malang yang enggan disebutkan namanya ini.

Tidak berhenti di.situ saja, wartawan MalangTIMES mencoba menemui langsung Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda jumat (14/9/2018) lalu.

Menurutnya, hingga kini banyak kasus kriminal termasuk kasus pencabulan yang ditangani.

Ketika ditanyakan lebih spesifik, terkait kasus yang menimpa Melati yang sudah dilaporkan oleh keluarganya ke Polres Malang. Adrian mengaku belum memeriksa secara pasti.

Namun pihaknya tidak membantah jika sudah dilaporkan, dipastikan berkas laporan sudah ada di UPPA, dan kemungkinan masih didalami.

“Saya masih mau melanjutkan pendalaman kasus lain, WhatsApp saja kasus yang mana nanti saya cek,” kata Adrian sambil meninggalkan wartawan sembari berjalan menuju ruangannya.

Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top