Temukan Sensasi Berendam di Mata Air Kaki Gunung Fuji, Juga Ada di Kota Batu

Beberapa pengunjung menikmati berendam air belerang di Genki Onsen The Onsen Hot Spring Resort Batu, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Beberapa pengunjung menikmati berendam air belerang di Genki Onsen The Onsen Hot Spring Resort Batu, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

MALANGTIMES - Menikmati sensasi berendam seperti dari mata air ala kaki Gunung Fuji gak perlu jauh-jauh di Negara Jepang. Di Kota Batu pun juga memiliki air sumber asli pegunungan dari candi songgoriti yang mengandung belerang yang bisa dirasakan di Genki Onsen, The Onsen Hot Spring Resort Batu, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu.

Genki yang disuguhkan itu memliliki suhu 42 derajat celsius serta kaya akan mineral. Tidak hanya menghangatkan tubuh saja tetapi juga baik untuk kesehatan kulit dan menghilangkan pegal-

pegal.

Tak lupa juga untuk suguhan sunset yang dapat dinikmati untuk relaxing. Interior Genki Onsen ini sangat enak dibuat layaknya berendam di sungai. Sambil menikmati indahnya pemandangan Gunung Banyak dari balik kaca. 

Hanya saja untuk menikmati air panas cukup bagus selama 15-20 menit. Karena jika terlalu lama akan merasakan pusing. 

“Tetapi jika ingin mengetahui kesehatan tubuh bisa dicoba dengan 3 kali berendam. Mulanya berendam air belerang lalu berendam di air dingin dilakukan berturut-turut,” ungkap Adista Anggraini, Public Relation The Onsen Hot Spring Resort Batu. 

Tetapi untuk menikmati air panas ini pengunjung tidak diperkenankan untuk menggunakan baju atau harus menggunakan kamisol. “Kalau di Jepang gak boleh pakai baju, harus telanjang,” imbuhnya, Sabtu (15/9/2018).

Selain itu yang menjadi sorotan itu salah satunya adalah spot swafoto yang disuguhkan khas dengan Jepang. Yakni torii dan jembatan Shinkyo. Torii adalah gerbang tradisional Jepang yang sering lebih umumnya dijumpai di jalan masuk ke Kuil Shinto, kuil Buddha di Jepang. 

Bentuk torii ini tidak jauh beda seperti di Jepang, berupa dua batang palang sejajar yang disangga dua batang vertikal dengan ketinggian kurang lebih delapan meter. Bangunan ini umumnya dicat dengan warna merah menyala. Torii ini dikelilingi dengan air kolam. 

Kemudian juga terdapat jembatan Shinkyo dengan warna kekhasannya berwarna merah yang semakin membuat suasana terasa berasa di Jepang. Semakin elok dengan pemandangan Gunung Banyak yang mengelilingi resort.

Tidak ketinggalan, di sana juga menyediakan busana tradisional Jepang, Yukata. Hanya saja, untuk memakai busana ini, wisatawan harus membayar Rp 150 ribu per orang selama dua jam. 


Tak hanya itu saja. Di sana juga terdapat bungalo (rumah) dengan khas Jepang. Bungalo itu diberi nama masing-masing distrik atau provinsi di Jepang, seperti Tokyo, Osaka, Kyoto, Nikko, Nara, dan Nagoya.

Adista menjelaskan pemilihan tematik negara Jepang ini belum ada di Indonesia. Lalu juga karena Jepang terkenal dengan kebersihan dengan standar yang tinggi. "Prioritasnya adalah tidak perlu ke Jepang. Ya ingin menghadirkan penginapan yang unik," tutupnya.

Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Batu TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top