Jadi Buron Setengah Tahun, Pelaku Curanmor Lintas Daerah Diamankan Polsek Sumberpucung

Tersangka curanmor saat diamankan di Polsek Sumberpucung (foto : Polsek Sumberpucung for MalangTIMES)
Tersangka curanmor saat diamankan di Polsek Sumberpucung (foto : Polsek Sumberpucung for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bermodalkan obeng yang sudah dimodifikasi, Faizal warga Desa/Kecamatan Sumberpucung, beserta Mohamad Hasan warga Desa Talangagung Kecamatan Kepanjen, mencuri sepeda motor. Setelah sempat menjadi buronan selama enam bulan, komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmorc) lintas daerah ini akhirnya diamankan polisi Rabu (12/9/2018).

Kanit Reskrim Polsek Sumberpucung Ipda Zaenal Arifin mengatakan, selama melancarkan aksi, komplotan ini beraksi dengan sangat rapi. Faizal bertugas sebagai pengawas situasi. Sedangkan rekannya bertugas sebagai eksekutor. Terakhir, kedua tersangka yang sama-sama penjual sate ini, melancarkan aksinya pada 21 maret silam. Saat itu, sepeda motor vario nopol N 6814 IC, milik Anang Junaidi warga Desa/Kecamatan Sumberpucung amblas.

Kepada polisi, Anang mengaku jika kendaraan miliknya dibawa sang istri ke sawah, yang ada di Dusun Suko Kecamatan Sumberpucung. Karena hendak panen, korban lantas menyusul istrinya selang beberapa saat kemudian. Sesampainya disana, sepeda motor milik korban sudah hilang. “Tersangka menggunakan obeng untuk membobol motor yang saat itu dalam kondisi dikunci stang,” terang Zaenal kepada MalangTIMES sabtu (15/9/2018).

Zaenal menambahkan, setelah mengisi Daftar Pencarian Orang (DPO) selama enam bulan, kedua pelaku berhasil diamankan. Dari pendalaman polisi, hasil curian tersebut dijual ke daerah Blitar, seharga Rp 2,5 juta. Uang tersebut digunakan pelaku untuk menghadiri acara pernikahan saudaranya. Penangkapan ini bukan kali pertama bagi kedua tersangka. Pasalnya, Faizal pernah berurusan dengan polisi karena kasus serupa, yakni mencuri sepeda motor mega pro di daerah Blitar. Sedangkan Hasan pernah terlibat hukum, lantaran kasus sajam. “Keduanya diancam pasal 363 KUHP, ancaman maksimal tujuh tahun penjara,” pungkasnya.

Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top