Sistem E-Makam Sudah 70 Persen Rampung, Pengelolaan Makam di Kota Malang Bakal Lebih Tertata

Makam Kasin, salah satu makam yang dikelola Pemkot Malang (Doc MalangTIMES)
Makam Kasin, salah satu makam yang dikelola Pemkot Malang (Doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemkot Malang, lewat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tempat Pemakaman Umum (TPU), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang, sebentar lagi bakal memiliki sistem berbasis web untuk pengelolaan makam-makam di Kota Malang agar lebih tertata dengan baik.

Disampaikan Kepala UPT TPU Disperkim Kota Malang, Takroni Akbar, bahwa dalam prosesnya, pengerjaan sistem E-Makam saat ini sudah mencapai 70 persen. Sementara itu, 30 persen sisanya adalah belum selesainya penginputan data yang akan dilakukan pihak UPT TPU Disperkim Kota Malang.

"Sistemnya sudah jadi, tapi masih di Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Malang, belum diserahkan ke saya (UPT TPU Disperkim Kota Malang, red.)," ujar Takroni (15/9/2018).

"Jadi nanti yang 30 persen itu tugasnya TPU, untuk menginputkan data-data makam yang ada di seluruh makam yang dikelola oleh Pemkot Malang," tambahnya.

Lanjutnya, untuk desain dari sistem E-Makam sudah pernah ditunjukkan oleh pihak Diskominfo namun belum secara resmi diserahkan. Nantinya, sebelum E-Makam diluncurkan, pihaknya juga akan terlebih dulu melakukan pemaparan di hadapan Kepala Disperkim Kota Malang.

"Nanti kami paparkan dulu ke Bu Kadin, mungkin saja ada tambahan atau masukan untuk bisa lebih mengembangkan sistem E-Makam," jelasnya.

Sementara itu, Sistem E-Makam akan memuat segala macam informasi tentang makam secara detail. Dalam sistem tersebut, nantinya, masyarakat bisa melihat jumlah persediaan makam yang ada di sembilan TPU di Kota Malang.

Saat ini, untuk memantau jumlah persediaan lahan makam masih mengalami kesulitan. Sebab, data persediaan lahan yang masuk lambat. Ditambah lagi, dengan banyaknya ketidakcocokan blok makam dengan data yang ada. Dengan sistem ini akan bisa lebih mudah untuk melakukan pengecekan.

Dengan diterapkannya aplikasi E-Makam ini akan mencegah adanya transaksional yang tidak prosedural antara petugas pengelola makam dan warga. Sehingga, potensi terjadinya praktik pungli bisa diminimalisir. 

Sistem tersebut akan menampilkan rincian yang jelas mana saja makam yang sudah terisi, makam yang masih kosong dan juga makam persediaan.

"Data-data saat ini masih terus dikumpulkan, baik jumlah makam yang tersisa dan jumlah makam yang terpakai. Nanti masyarakat bisa melihat secara detail, makam blok ini punya siapa, meninggalnya kapan, dan alamatnya mana," tambah Takroni.

Lanjutnya, makam yang sudah terpakai akan diberi warna merah. Sedangkan makam yang masih kosong akan diberi warna hijau. Untuk kuning adalah makam yang merupakan inden atau pesanan dari masyarakat sebelum tahun 2006 lalu. 

"Namun karena aturan baru, saat ini untuk pemesanan makam tidak bisa, namun makam yang pesannya sebelum ada aturan tetap kami jaga sampai saat ini," jelasnya.

Dengan E-Makan tersebut, masyarakat akan bisa dengan mudah mengetahui makam yang kosong di TPU dengan cepat tanpa harus menemui juru kunci pemakaman.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top