Ipda Saiku, ketika menunjukkan salah satu tanda rambu kepada murid-murid SD Insan Amanah, Sabtu (15/9/2018) (foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Ipda Saiku, ketika menunjukkan salah satu tanda rambu kepada murid-murid SD Insan Amanah, Sabtu (15/9/2018) (foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Polres Malang Kota, menerapkan salah satu cara yang dianggap ampuh untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran lalu lintas hingga berujung kecelakaan yang bisa saja menyebabkan korban jiwa.

Cara ampuh itu adalah, pendekatan dan pengenalan tata cara, aturan berlalu lintas pada siswa-siswi SD. Seperti yang dilakukan Unit Dikyasa Sat Lantas Polres Malang Kota hari ini, Sabtu (15/9/2018) lewat program Polisi Sahabat Anak.

Kali ini, unit Dikyasa Sat Lantas menyasar SD Insan Amanah, Griya Santa, Kota Malang. Di sana petugas melakukan sosialaisasi tentang bagaimana berkendara yang baik dan benar, serta memberikan pengenalan apa saja bentuk-bentuk rambu lalu lintas.

"Pengenalan sejak dini memang begitu penting. Pasalnya, mereka akan lebih mencamkan apa yang disampaikan mengenai aturan serta rambu dalam berlalu lintas untuk keselamatan bersama. Sehingga, ketika mereka dewasa, mereka bisa lebih tertib dan mematuhi ketentuan berlalu lintas," jelas Kanit Dikyasa Sat Lantas Polres Polres Malang Kota, Ipda Saiku.

"Dengan begitu, itu kan juga berpengaruh kepada terjadinya pelanggaran maupun kecelakaan. Mereka jadi ingat, oh iya kata pak polisi dulu nggak boleh melanggar, nanti bisa terjadi kecelakaan. Makanya itu diharapkan bisa menjadi virus ampuh untuk membentuk karakter tertib berlalu lintas pada anak nantinya," tambahnya

Dalam pengenalan sendiri, agar lebih mudah diterima para siswa, petugas sudah menyiapkan alat-alat peraga mulai dari macam-macam rambu, sehingga mereka lebih gampang untuk menangkap pembelajaran tentang tata cara dan rambu lalu lintas.

"Ya dimulai dari hal sederhana, seperti arti warna-warna pada lampu trafifc light, warna merah apa, warna kuning apa dan warna hijau apa. Selain itu juga diajarkan penggunaan helm yang benar," jelasnya

Anak-anak pun tampak gembira dan akrab dengan polisi, bahkan menurutnya tidak ada rasa takut sedikitpun dari anak-anak kepada polisi. 

"Jangan jadikan polisi sebagai momok menakutkan, jadikan polisi sebagai sahabat. Untuk kegiatan seperti ini, tentu akan terus berlanjut, untuk memberikan sosialisasi tertib berlalu lintas, sehingga  pelanggaran maupun tingkat kecelakaan di Kota Malang bisa menurun," pungkasnya.