Pria Penyebar Video Mesum Hingga Viral di Medsos Diancam 12 Tahun Penjara

Ibnu Arip tersangka pengunggah video porno saat rilis di Polres Malang, Kecamatan Kepanjen (foto: Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Ibnu Arip tersangka pengunggah video porno saat rilis di Polres Malang, Kecamatan Kepanjen (foto: Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Think before klik. Kalimat tersebut sudah sepantasnya dipahami oleh pengguna media sosial (medsos), jika tidak ingin bernasib sama dengan yang dialami Ibnu Arip, warga Desa Codo Kecamatan Wajak. Berawal dari iseng, kini pria bujang tersebut harus berurusan dengan polisi, lantaran unggahan video mesum yang diposting ke salah satu grup facebook pada Kamis (13/9/2018) lalu.

Berawal dari informasi masyarakat dan wartawan, Polres Malang langsung berinisiatif menindaklanjuti pelaku di balik akun bernama Ibnu Tok, tersangka pengunggah video mesum yang meresahkan masyarakat tersebut. Selang beberapa jam setelah diposting, polisi berhasil meringkus tersangka.

Di hadapan wartawan MalangTIMES, Ibnu mengaku hanya iseng mengunggah video berdurasi sekitar 3 menit 49 detik itu. Berawal dari video yang dia dapatkan dari temannya melalui WhatsApp. Pria 32 tahun ini lantas menyebarkan video tidak seronok ke grup facebook yang memiliki anggota lebih dari 560 ribu tersebut. “Saya hanya iseng, maksud saya biar pelakunya lekas ketangkap,” terang Ibnu.

Ditemui di saat bersamaan, Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda menuturkan, kepada penyidik tersangka mengaku mendapat informasi jika dua pasangan yang ada di video adalah warga Kecamatan Wajak. Pria yang bekerja sebagai pedagang buah ini, juga mengaku jika video yang dia dapat, sudah viral di kampungnya sejak 2 minggu lalu.

Setelah didalami polisi kepada perangkat desa dan kecamatan wajak, serta menanyakan kepada para warga, ternyata pemeran yang ada di rekaman tersebut, bukan warga Wajak. “Hingga kini masih kami dalami siapa dalang di balik menyebarnya video mesum ini,” tegas Adrian saat rilis Jumat (14/9/2018).

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menuturkan, selain tersangka, barang bukti berupa satu unit smartphone turut diamankan. Ujung juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan medsos mereka. Selain itu, warga hendaknya juga mawas diri dengan maraknya informasi yang belum tentu bisa dibuktikan kebenarannya.

“Pelaku dijerat pasal 29 undang-undang nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi, serta pasal 27 ayat 1 sub pasal 45 ayat 1 undang-undang nomor 19 tahun 2016 tetang informasi dan transaksi elektronik, ancaman maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top