Peringati 725 Tahun Kerajaan Majapahit, Pemuda Blitar Siapkan Festival Budaya

Pementasan Monolog menyambut kedatangan peserta Kirab Pemuda Nusantara 2017 di Candi Simping. September ini acara besar akan kembali digelar di Candi Simping
Pementasan Monolog menyambut kedatangan peserta Kirab Pemuda Nusantara 2017 di Candi Simping. September ini acara besar akan kembali digelar di Candi Simping

MALANGTIMES - Dilatarbelakangi semangat gotong royong serta rasa kecintaan pada seni dan budaya nusantara, Karang Taruna Desa Sumberjati bersama Komunitas Sulud Sukma bersinergi memperingati 725 tahun berdirinya Kerajaan Majapahit.

Rencananya, acara peringatan tersebut diberi nama Festival Getah Getih Gulo Kelopo Candi Simping dengan tema Njenang Abang” akan digelar pada 17 November 2018 mendatang di Pelataran Candi Simping, Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Candi Simping merupakan tempat bersejarah. Di candi inilah didarmakan abu dari Raden Wijaya, sang pendiri kerajaan Majapahit.

Ketua Panitia I Rangga Bisma Aditya dari Komunitas Sulud Sukma (13/9), menjelaskan adanya harapan bahwa Blitar yang sudah dikenal sebagai Bumi Laya Ika Tantra Adi Raja juga bisa dikenal sebagai Bumi Proklamator Nusantara I dan Candi Simping sebagai etalase budaya bisa menjadi tempat untuk menggali inspirasi nasionalisme kebangsaan. Maka Sulud Sukma bermaksud untuk kembali mengadakan kegiatan seni budaya yang diawali di Candi Simping.

Kegiatan tersebut akan dikonsep dalam bentuk kenduri jenang abang dan doa bersama yang diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama warga Desa Sumberjati. Selanjutnya, disusul dengan pagelaran seni budaya  serta launching buku berjudul “Bunga Rampai Candi Simping”

“Bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan nantinya adalah perayaan seni budaya yang melibatkan masyarakat khususnya Desa Sumberjati, Desa Penataran, Desa Sawentar, Dusun Selokajang, Desa Jimbe, Desa Bacem, Desa Serang, dan bisa melibatkan insan seni budaya dari mana saja. Karena sifat kegiatan ini gotong royong dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” ucap Rangga Bisma Aditya kepada BLITARTIMES, Jumat (14/9/2018).

Sementara itu Rahmanto Adi dari Sulud Sukma, menambahkan, kegiatan “Njenang Abang” yang akan diselenggarakan di Candi Simping ini nantinya akan menjadi event tahunan di Desa Sumberjati sedangkan Festival Getah Getih Gulo Kelopo akan diselenggarakan estafet di tujuh desa .

“Dasar pemilihan ke tujuh wilayah tersebut adalah perjalanan Hayam Wuruk pada tahun 1361 yang tercantum dalam kakawin Desawarnana (Negarakartagama),” katanya.

Kegiatan yang akan digelar mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Sumberjati. Kepala Desa Sumberjati, Basuki, menegaskan pihaknya selalu mendukung kegiatan yang bernilai positif.

“Apapun kegiatan terkait kepemudaan asalkan itu positif pasti saya dukung sepenuhnya. Saya sangat senang kalau pemuda khususnya pemuda Desa Sumberjati mau belajar nguri-nguri peninggalan leluhur,” tutupnya.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top