Aktivis Sampah Ikuti Jambore Nasional, Ditantang Pembiayaan Pembangunan dan Keberlanjutan Pengelolaan Persampahan

Pembukaan kegiatan Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah 2018 yang berlangsung di Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Pembukaan kegiatan Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah 2018 yang berlangsung di Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kota Malang dipercaya sebagai lokasi penyelenggaraan Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah 2018. Berlangsung di Lapangan Belanegara Rampal, sekitar 500 orang aktivis peduli sampah dari berbagai penjuru Indonesia bakal berkegiatan mulai hari ini (13/9/2018) hingga Sabtu (15/9/2018) mendatang.

Asisten Administrasi Pembangunan Setda Kota Malang, Diah Ayu Kusumadewi mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menghadiri acara tersebut dengan didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Agoes Edy Poetranto.

Dalam sambutannya, Diah mengatakan bahwa pemkot sangat mendukung program pemerintah dalam hal pengolahan sampah. "Salah satunya melalui pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat dari Kementerian PUPR yaitu pelaksanaan pembangunan TPS 3R serta upaya untuk mengubah perilaku masyarakat melalui kegiatan jambore ini," ujar Diah.

Menurut Diah, untuk menjamin keberlanjutan dari fungsi infrastruktur tersebut diperlukan dana yang tidak sedikit. Sementara, dana dari APBN dan APBD juga terbatas. Oleh karena itu, pihak pemkot menyambut baik dan sangat mendukung tema yang diangkat pada jambore tahun ini. Yaitu mengenai pembiayaan pembangunan dan keberlanjutan pengelolaan persampahan.

"Karena sangat relevan dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh pemerintah daerah," tegasnya.

Seperti diketahui, sampah menjadi masalah yang serius jika tidak ditangani secara baik. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sepanjang tahun 2017 tercatat sebanyak 65,8 juta ton volume sampah yang dihasilkan. Timbunan sampah ini akan meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk.

Khusus di Kota Malang saja, berdasarkan data tahun 2017, timbunan sampah yang dihasilkan mencapai 659,88 ton setiap harinya. Sampai saat ini, pengelolaan sampah tetap menjadi persoalan klasik yang belum bisa ditangani sepenuhnya. Setiap tahun, volume sampah terus meningkat, sementara jumlah sampah yang terangkut ke TPA tak sebanding jumlahnya dengan produksi sampah setiap harinya.
Sementara itu, capaian layanan persampahan secara nasional baru mencapai 67 persen. Masih perlu kerja keras untuk mencapai target akses universal sebesar 100 persen pada 2019. Salah satu faktor penyebab masih rendahnya capaian layanan persampahan adalah minimnya kualitas dan kuantitas sarana prasarana infrastruktur persampahan.

Faktor perilaku masyarakat juga masih perlu ditingkatkan kesadarannya terhadap kebersihan.

"Kami berharap dengan penyelenggaraan kegiatan jambore ini seluruh stakeholders dapat bahu membahu dalam pengelolaan persampahan. Selain itu, mampu meningkatkan motivasi dan komitmen dari para penggiat persampahan dalam memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang gerakan Indonesia bebas sampahn" tambah Diah Ayu.

Turut hadir pada kegiatan tersebut adalah Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Danis Hidayat Sumadilaga beserta jajarannya. Danis berpendapat bahwa Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah menjadi sangat penting pelaksanaannya karena kegiatan ini menghasilkan berbagai keluaran positif.

Pertama, sebagai forum komunikasi nasional. Kedua, sebagai momen perumusan rencana aksi bersama untuk percepatan pengelolaan persampahan di Indonesia. Ketiga, untuk memotivasi aktor-aktor penggiat persampahan di masing-masing wilayah agar memiliki pesan yang sama sekaligus untuk mempererat kolaborasi antar sesama penggiat persampahan seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Danis menyatakan bahwa Kementerian PUPR diamanatkan untuk memenuhi target akses universal yang meliputi pencapaian gerakan 100-0-100, yang artinya 100% akses aman air minum, 0% kawasan kumuh, dan 100% akses sanitasi yang layak. "Gerakan Indonesia Bebas Sampah merupakan wadah yang memfasilitasi para stakeholder dalam menjawab tantangan persoalan sampah di Indonesia," ungkapnya.

Hal ini didasari atas keinginan para penggiat dan komunitas persampahan untuk membangun kepedulian dan kekuatan bersama dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Salah satu aktivitas dari Gerakan Indonesia #BebasSampah adalah Jambore Nasional, yang merupakan momen strategis berkumpulnya seluruh penggiat peduli persampahan di Indonesia yang mewakili lima aktor perubahan, yaitu masyarakat sipil, pemerintah, swasta, media, dan tokoh masyarakat.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top