Ilustrasi (money.cnn.com)
Ilustrasi (money.cnn.com)

MALANGTIMES - Kasus penipuan dengan modus menelepon mengaku anggota keluarga kembali terjadi. Namun kali ini bukan mengaku sedang mengalami kecelakaan, melainkan menggunakan modus mengajak korban berbisnis.

Kejadian itu dialami seorang warga Gang 19 Jalan Mergan Mushola, Tanjungrejo, Sukun, Kota Malang, yakni Haji Turmudzi (45). Saat itu korban pertama dihubungi oleh nomor yang sebelumnya tidak dikenal pada 11 September 2018. Kemudian oknum penelepon tersebut mengaku sebagai kerabat korban yang berada di Kalimantan.

"Ngakunya begitu. Apalagi dia ini juga kenal nama kerabat-kerabat saya yang lain. Makanya saya sempat percaya. Bahkan sempat ngobrol juga  dengan keluarga yang lain, tanya kabar," bebernya.

Kemudian, keesokan harinya, 12 September 2018, oknum penelepon tersebut kembali menghubungi Haji Turmudzi. Kali ini dia mengajak Turmudzi berbisnis kelapa sawit. Dengan sistem bagi hasil, korban disuruh pelaku untuk memberikan modal sebesar Rp 11 juta.

Turmudzi pun sempat mempercayai ajakan tersebut karena yakin itu merupakan saudaranya yang berada di Kalimantan. Korban yang percaya dengan perkataan pelaku seperti terhipnotis dan langsung menuju ATM. Ketika berusaha akan mentrasferkan uang yang diminta pelaku, istri korban mengetahui hal tersebut.

Merasa curiga dan tak yakin itu adalah keluarganya, istri korban kembali menelepon pelaku. Saat itu pelaku terus berkelit ketika istri korban terus menginterogasinya.

"Saya tanya terus. Dia tetap ngotot ngaku keluarga kami yang ada di Kalimantan. Namanya Imam. Mau ngajak bisnis. Tapi kami nggak yakin. Sebelumnya dia juga sempat meminta data-data KTP dan minta pulsa 100 ribu sama suami saya. Akhirnya dibelikan. Dari situ mosok mau bisnis, pulsa saja minta," tambah istri korban, Rini Anggraeni (40)

Setelah itu, usai dikata-katai oleh istri korban, pelaku pun akhirnya mematikan teleponnya. Namun tak berselang lama, pelaku tetap saja berusaha menelepon nomor suaminya kembali namun oleh korban tidak diangkat. "Nah pas saya hubungi kembali,  nomornya sudah tidak aktif. Nomornya saya hapus di HP suami saya," ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, pihaknya tidak akan mengadukan ke pihak Kepolisian. Beruntung, korban yang nyaris termakan omongan pelaku berhasil dicegah oleh istri korban saat akan mentransfer uang sehingga tidak menderita kerugian yang cukup besar.

"Nggak lapor, ya untungnya ngak jadi transfer, biar saja kalau cuma pulsa. Semoga ada yang balas. Mungkin harus lebih cermat lagi," pungkasnya.(*)