Terlihat mobil PMK dan warga yang memadamkan api di lantai dua rumah Misri, Rabu (12/9/2018) (istimewa)
Terlihat mobil PMK dan warga yang memadamkan api di lantai dua rumah Misri, Rabu (12/9/2018) (istimewa)

MALANGTIMES - Warga Jalan Tlogo Agung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang geger.

Pasalnya sebuah rumah milik salah seorang warga bernama Misri (72) nyaris saja terbakar akibat kayu bekas yang berada di lantai dua rumahnya terbakar, Rabu (12/9/2018).

Kayu-kayu bekas yang di lantai dua rumah tersebut diduga terbakar akibat terkena sambaran api akibat korsleting listrik di lantai dua. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 13.20 WIB. 

Saat itu, Misri pemilik rumah, sedang bersantai menonton televisi di ruang tamu lantai satu rumahnya. Tak berselang lama, ia mendengar suara-suara berisik dari lantai rumahnya.

Karena penasaran, akhirnya dia pun langsung melihat ke atas rumahnya.

"Dengar suara berisik, saya langsung ke atas. Kalau di lantai dua ada kamar mandi, tempat jemuran dan juga kandang burung," jelasnya.

Saat berada di lantai dua tersebut, dia sudah melihat kobaran api yang cukup besar berasal dari tumpukan kayu-kayu bekas yang berada di samping kamar mandi.

"Saya sempat memadamkan dengan alat seadanya. Tapi tidak kunjung padam, akhirnya saya minta bantuan tetangga dan pemadam kebarakan," bebernya.

Kemudian, tak lama pemadam kebaran datang dan langsung memadamkan api. 30 menit kemudian, api berhasil dipadamkan petugas PMK.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran, Jose Bello mengungkapkan, akibat kebakaran tersebut, satu kamar mandi yang ada di lantai dua terbakar habis.

"Kemudian atap dan talang air juga ikut ludes. Total kerugian kurang lebih sekitar Rp 5 juta," bebernya.

Namun Bello sendiri menduga, kebakaran tersebut terjadi akibat kayu bekas yang ditumpuk tersebut terkena suhu panas. Sehingga terdapat materi gas yang yang berubah menjadi api akibat suhu panas tersebut.

"Namun dugaan lain seperti korsleting listrik juga memungkinkan. Sampai kini masih diselidiki petugas kepolisian," pungkasnya.