Sterofoam Pelindung Mesin Cuci Jadi Karya 3D Relief di Galeri Raos

Karya berjudul Relief milik Anwar dipamerkan di Galeri Raos, Jl Panglima Sudirman, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Karya berjudul Relief milik Anwar dipamerkan di Galeri Raos, Jl Panglima Sudirman, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

MALANGTIMES -  Pameran bertajuk September Art Month (SAM) menjadi ajang untuk mengekspresikan karya oleh para seniman Pondok Seni Kota Batu. Seperti sebuah karya berjudul Relief berbahan dasar seadanya karya Anwar di Galeri Raos Jl Panglima Sudirman, Kecamatan Batu. 

Berkarya menggunakan bahan bekas itu sudah menjadi ciri khas Anwar. Karya kali ini yang berjudul Relief itu dibuatnya dari steorofoam pelindung mesin cuci.

“Memang saya itu membuat karya dari sesuatu bahan bekas yang ada di sekitar.  Saya manfaatkan apa yang ada di rumah. Jadinya, sak nemune (sedapatnya) akhirnya jadinya ini,” ujar Anwar. 

Dari bahan bekas yang ada di rumahnya itu diubah menjadi sebuah karya yang cukup berbeda dan menarik dan sebuah bingkai. Hal ini dilakukannya sebagai dari kebebasan memakai media. 

Tak hanya bekas sterofoam. Juga ada kulit kacang, koran, lapisan kardus bekas. Tema yang dibuat itu pun 3 dimensi tetapi bebas. 

Perupa Pondok Seni Batu Watoni menambahkan, bulan September menjadi ajang ekspresi digelarnya pameran ini karena menang bulan penuh gairah seni. Di kota lain, jarang digelar pameran. 

“Bulan September ini, di Batu dan Malang diselenggarakan SeptemberArt Month atau biasa disebut SAM. Bulan di mana beberapa even seni dirancang dan diselenggarakan sebagai bentuk komunikasi seni pada publik,” ungkap Watoni. 

Selain pameran seni rupa di beberapa tempat, ada pertunjukan mulai video performance, open studio dan art store. SAM baru pertama diadakan. 

“Intinya dalam bulan September, dan harapannya untuk tahun-tahun berikutnya, kegiatan ini selalu ada. Selalu terselenggara kegiatan beragam kesenian di Batu dan Malang untuk menjalin sinergitas antara seniman,” ujarnya. 

Menurut Watoni, Pondok Seni Batu mengadakan pameran yang diikuti oleh 23 perupanya di Galeri Raos hingga 26 September 2018 mendatang. 

Ia menambahakan perhelatan seni yang baru pertama diadakan secara bersama-sama di September 2018 ini mampu menjadi pemicu gerakan kesenian yang lebih bergairah dan berkualitas. “Terutama bagi perkembangan perupa Pondok Seni Batu dalam menghadapi tantangan pergulatan seni yang semakin ulet,” jelas Watoni.

Beberapa karya perupa lainnya. Sebut saja The Red oleh Zhirenk, Safety oleh Achmad Yunus, Trace Epilogue karya Abdul Halim, Hegemony #3 A. Rokhim, Between Devil and Angel karya Djoeari Soebardja.

Lainnya ada karya berjudul Dalam Permainan karya  Ira Sulistyawati, Imajinasi 20 oleh Agus Riyanto, Transaksi Gusbandi karya Harioto, Perjalanan Panjang Sadiman karya Isa Ansory, The Legend Karya Prie Wahyuono, dan sebagainya. (*) 

Editor : Yunan Helmy
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top