Line Art Museum Angkut Membeludak, Siswa Malang Raya Lebih Senang Gambar Pola Garis

Para peserta berkreasi menggambar dengan pola garis dalam perlombaan Line Art Competition di Buckingham Palace, Museun Angkut, Rabu (12/9/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Para peserta berkreasi menggambar dengan pola garis dalam perlombaan Line Art Competition di Buckingham Palace, Museun Angkut, Rabu (12/9/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

MALANGTIMES - Menggambar dengan pola garis ternyata diminati para pelajar di Malang Raya. Buktinya, di ajang Line Art Competition, pesertanya sangat banyak. Lomba di Buckingham Palace, Museun Angkut, Rabu (12/9/2018) itu diikuti 925 pelajar.

Jumlah 925 pelajar ini jauh di atas ekspektasi pihak Museum Angkut. Apalagi pada event membuat kolase sebelumnya, pesertanya 500 orang. 

Line art adalah gambar yang metodenya hanya menonjolkan gambaran pada garis-garisnya. Ada dua kategori yang yang menyasar pelajar, yakni kategori junior mulai TK A dan TK B serta senior untuk SD kelas I, II, dan III.

Tema yang diangkat dalam perlombaan ini adalah Aku Cinta Angkutan Indonesia. Mulanya pihak panitia memberikan satu lembar kertas yang sudah terdapat gambar kapal laut, bus, dan kereta api. Dalam gambarnya sudah dibentuk pola garis alat angkut tersebut.

Tetapi para pelajar itu diminta untuk mengembangkan gambar yang sudah ada itu menjadi menarik. Di sinilah para pelajar dituntut untuk kreatif mengembangkan gambar yang ada dengan menggunakan spidol.

Dan ternyata banyak dari pelajar ini yang suka menggambar dengan pola garis. Misalnya Siswi SDN Giripurno 2 Maylani Eka Pratiwi. Dia mengatakan ini kali pertama mengikuti lomba line art. “Seru dan menarik sekali. Kalau menurutku, lebih gampang,” ungkap dia.

Museum Angkut mengangkat line art karena awal mula menggambar adalah dengan garis. Karena itu, lomba ini digelar untuk mengenalkan garis kepada mereka untuk membiasakan dan lebih kreatif dalam mengembangkan garis.

“Setiap tahun kami menggelar even seperti ini. Namun dengan tema yang berbeda-beda. Dan ternyata yang ikut line art antusias sekali,” ungkap Nunuk Liantin, supervisor public relation Museum Angkut.

Tahun ini digelar perlombaan line art karena Museum Angkut ingin terus berinovasi setiap tahunnya. “Dan kebetulan tahun lalu sudah kami gelar lomba kolase. Jadi, tahun ini kami cari tema yang berbeda. Lalu ketemulah line art,” imbuhnya kepada BatuTIMES.

Line art dinilai lebih tepat karena masih jarang ada perlombaan seperti ini. “Kalau menggambar dan mewarnai, itu sudah mainstream. Jadi, kami coba yang antimainstream,” tambah ibu satu anak tersebut.

Menurut Nunuk, kegiatan ini digelar untuk mengajak pelajar mulai TK dan SD di Malang Raya khususnya dapat menyalurkan bakat dan kreasi mereka. Sekaligus memberikan pengetahuan dan pembelajaran mengenai alat transportasi.

“Di sini kami ingin memberikan wadah kepada mereka, tentunya dari mereka memiliki bakat dibidang ini. Sambil memberikan edukasi tentang alat angkutan dari zaman ke zaman,” ujar Nunuk. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Batu TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top