Ada Pojok Cengeng dan Pojok Lansia Jelita di Taman Baca Kota Batu

Pengunjung anak-anak sedang membaca di Pojok Cengeng Taman Bacaan Masyarakat di Hutan Kota Bondas, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Pengunjung anak-anak sedang membaca di Pojok Cengeng Taman Bacaan Masyarakat di Hutan Kota Bondas, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

MALANGTIMES - Untuk menarik minat membaca anak-anak dan lansia (manusia lanjut usia), Pemkot Batu punya cara tersendiri. Pemkot menyediakan sudut-sudut baca dengan nama-nama unik.

Sebut saja Pojok Lansia Jelita (Jelang Lima Puluh Tahun) dan Pojok Cengeng (Cerita dan dongeng). Dua nama itu terpampang di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Hutan Kota Bondas, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu.

Sesuai dengan namanya, rak-rak buku tepat berada di pojok. Untuk Pojok Lansia Jelita, terdapat beragam buku yang disuguhkan. Misalnya buku-buku tentang kesehatan, resep-resep cara mengolah makanan-minuman dan buah-buahan, serta obat-obatan tradisional. Sedangkan di Pojok Cengeng, ada buku dongeng, majalah anak-anak, dan sebagainya. 

Tidak hanya itu. Di sana juga terdapat majalah dinding (mading) untuk Pojok Lansia Jelita dan Pojok Cengeng. Sama dengan buku-bukunya, mading Pojok Lansia Jelita, misalnya, mengangkat masalah kesehatan dan resep makanan. Contohnya seperti membuat donat mi, hipertensi, kandungan gula pada makanan dan minuman favorit, mempercantik atau merusak gigi. Sementara Pojok Cengeng menyuguhkan cerita binatang, pengetahuan umum, dan tarian daerah.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu Eko Suhartono mengatakan, Pojok Cengeng dan Pojok Lansia Jelita ini memang sengaja disuguhkan melihat banyaknya pengunjung anak-anak dan lansia. Sudut khusus buku bagi mereka disediakan untuk mempermudah mencari buku yang diinginkan.

“Mulanya karena banyaknya lansia dan anak-anak yang datang di hutan kota. Seperti lansia selalu datang karena mereka senam di hutan kota. Jadi ketika selesai senam, mereka ke sini sambil baca-baca,” ujar Eko.

Melihat antusiasme yang tinggi melalui jumlah kunjungan, rencananya pojok baca ini akan dikembangkan di tempat lain. Di taman baca Hutan Bondas, jika sebelumnya jumlah kunjungan hanya mencapai 300 orang per bulannya, kini mencapai 1.200 hingga 1.500 orang per bulan. 

 Hanifa Kartika Dewi, pustakawan taman bacaan masyarakat, menambahkan, penambahan fasilitas sangat memengaruhi jumlah kunjungan. Karena itu, selain fasilitas buku, ada fasilitas free wifi dan penambahan jam operasional. “Penambahan fasilitas sangat berpengaruh jadinya. Sekarang banyak pelajar yang menjadikan TBM seperti base camp-nya,” ujar Hani kepada BatuTIMES.

Jam operasional yang dulunya dibuka sampai pukul 15.30 sekarang hingga pukul 20.00. Itu juga mengalami perubahan pada operasional harinya. Jika dulu hanya dibuka pada Senin-Jumat, saat ini untuk Sabtu dan Minggu juga dibuka. Dengan demikian, TBM ini buka setiap harinya. 

“Fasilitas lainnya di sini ada 3 ribu koleksi buka. Mulai buka pengetahuan, majalah, novel dan sebagainya,” ujarnya. 

Sementara itu, pengunjung TBM Putri Indah menjelaskan, hampit setiap hari bersama ibunya selalu mampir untuk belajar membaca dongeng. Dia mengaku di TBM banyak pilihan buku dongeng yang menarik sehingga memilih TBM jadi tempat belajarnya. “Suka belajar di sini. Banyak buku ceritanya. Tinggal pilih-pilih sesuka aku,” ungkap Putri.(*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top