Ilustrasi penggelapan mobil (wonogirisorotco)
Ilustrasi penggelapan mobil (wonogirisorotco)

MALANGTIMES - Air susu dibalas air tuba. Itulah pepatah yang pantas disematkan ke Zainuddin (34) warga Jalan Sigura-gura, Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Betapa tidak, kebaikannya menyewakan mobil dengan harga murah kepada tetangganya, malah dibalas dengan mobil miliknya yang digelapkan.

Pelaku penggelapan tersebut, bernama Saiful Bahri berusia sekitar 50 tahun, yang juga tinggal di kawasan Jalan Sigura-gura, Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. 

Dijelaskan korban, pelaku mulanya meminjam mobil sebelum Hari Raya Idul Adha, kisaran tanggal 21 Agustus 2018, dengan alasan untuk digunakan menyelesaikan keperluan.

Kemudian, tanpa menaruh rasa curiga, korbanpun akhirnya merelakan mobilnya dipinjam.

Namun hingga dua minggu, mobil Xenia warna silver bernopol N 312 BJ tak kunjung dikembalikan oleh Saiful. Sementara Saiful sendiri tidak diketahui di mana keberadaannya.

" Dulu ngakunya alamatnya malah Jakarta. Saya kejar terus ternyata di Sidoarjo. Tapi di Sidoarjopun katanya kerja ikut orang. Yang di Malang ini anaknya. Nampaknya satu keluarga ini kompak," bebernya, Selasa (11/9/2018).

Lanjutnya, korban juga telah berupaya mencari Saiful di rumah anaknya. Namun ketika bertemu dengan istrinya, sang istripun juga mengaku angkat tangan, dan tidak mengetahui keberadaan Saiful.

Namun informasi yang ia dapat, Saiful kabur ke daerah Jember dan Banyuwangi.

"Tapi istri dan anaknya sempat jujur, kalau sudah sering menggadaikan motor milik orang lain. Tapi katanya itu suaminya, ia dan anaknya nggak tahu. Kemudian kasih nomer HP seseorang yang katanya bisa membantu mencarikan mobilnya. Dari sini saya dapat titik terang kalau mobil saya informasinya digadaikan. Tapi saya yakin ini adalah penadah atau penggadainya," paparnya.

Dijelaskan korban lebih lanjut, saat ini ia masih melakukan nego dengan ornag tersebut untuk menebus mobil miliknya.

Informasi yang ia peroleh, mobil korban digadaikan sekitar Rp 10 juta.

"Hari ini (11/9/2018) mau janjian sama orangnya, mau nego. Nanti masih mau saya telpon lagi. Sebelumnya, saya juga sempat mengancam akan melapor ke polisi. Namun masih saya tunggu itikad baiknya," pungkasnya.