Petugas bea cukai Nalang saat menyita barang bukti rokok ilegal di Desa Penjalinan, Gondanglegi (foto : Bea Cukai Malang for MalangTIMES)
Petugas bea cukai Nalang saat menyita barang bukti rokok ilegal di Desa Penjalinan, Gondanglegi (foto : Bea Cukai Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bisnis rokok yang semakin berkembang, membuat pelaku usaha semakin nekat berbuat curang. Terbaru, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang, akhirnya menggrebek lokasi penyimpanan produksi tembakau ilegal pada sebuah rumah di Desa Penjalinan Kecamatan Gondanglegi Jumat (7/9/2018) lalu.

Kepala KPPBC Tipe Madya Cukai Malang, Rudy Heri Kurniawan menjelaskan, dari rumah produksi tersebut, petugas mengamankan 93.040 batang sigaret kretek mesin (SKM), yang diketahui bermerk Exclusive Brio. Rokok ilegal dengan berat lima kilogram ini, jika dikonversikan setara dengan 5 ribu batang rokok. Tidak hanya itu saja, petugas juga mengamankan 16 karung tembakau iris, dengan berat total 426 kilogram, atau jika dikonversikan setara dengan 426 ribu batang rokok ilegal. “Barang sitaan ini diperkirakan bernilai lebih dari Rp 131 juta,” kata Rudy kepada MalangTIMES selasa (11/9/2018).

Rudy menambahkan, penggrebekan kali ini berawal dari informasi warga sekitar. Berangkat dari keterangan tersebut, petugas menuju ke lokasi yang dimaksud. Namun, saat penggrebekan, rumah produksi dalam keadaan kosong tidak ada aktivitas, hanya saja ada salah satu warga ZA (inisial), yang sedang  merawat hewan peliharaan. “Kami masih mendalami kasus ini, pemilik tembakau ilegal masih dalam pencarian. Sedangkan ZA masih berstatus saksi,” imbuhnya.

Kepada petugas ZA menuturkan, tempat produksi rokok ilegal tersebut, merupakan rumah wakaf. Selain untuk penyimpanan tembakau dan produksi rokok, para warga biasanya juga menggunakan rumah tersebut untuk menyimpan barang. “Temuan ilegal ini berpotensi merugikan negara senilai lebih dari Rp 247 juta,” tutup Rudy.