Ilustrasi jambret (tigapilarnews)
Ilustrasi jambret (tigapilarnews)

MALANGTIMES - Apes bagi Novi Dwi A (18) gadis remaja warga Bandulan, Sukun, Kota Malang. Pasalnya usai pulang dari rumah temannya mengendarai sepeda motor, ia justru harus menjadi korban penjambretan.

Tak pelak kalung emas yang semula melingkar di leher gadis tersebut seketika putus tak kuat menahan tarikan dari pelaku jambret yang langsung kabur tancap gas.

Kejadian tersebut terjadi kemarin (10/9/2018) sekitar pukul 19.30 wib, ketika korban melintas di kawasan Jalan Kedondong yang memang situasinya sepi ketika malam hari.

Saat melintas di jalan tersebut, sebelumnya ia sempat mengetahui sepeda motor ada di belakangnya. Namun ketika itu, korban tidak curiga dan menganggap itu pengendara yang akan menyalip korban.

"Nah pas kayak mau nyalip, dia agak mepet ke motor adik saya ini, terus tiba-tiba tangannya langsung saja meraih kalung dan langsung kabur. Mungkin sebelumnya sudah diincar," jelas Liani (25) kakak korban.

Lanjutnya, saat itu sang adik, tahu kalungnya dirampas, langsung saja sempat reflek berteriak, namun karena lokasinya yang sepi, akhirnya maling tersebut tetap saja bisa kabur.

"Adik saya nggak sempat lihat ciri-cirinya karena memang dia pakai helm gelap. Tapi motornya matik,  kayaknya Beat, plat belakangnya nggak jelas. Namun untungnya bukan kalung emas yang dijambret itu. Tapi cuma kalung perak," bebernya.

Sementara itu, pada tanggal yang sama, namun kejadiannya pagi sekitar pukul 9.30 wib, kejadian penjambretan juga terjadi di kawasan Jalan Batubara, Blimbing, Kota Malang.

Dari informasi yang diperoleh, korban penjambretan adalah seorang ibu-ibu yang mengenakan kalung emas. Bahkan akibat aksi jambret tersebut, korban juga mengalami luka pada daerah bibir yang dipukul oleh pelaku jambret.

"Kalungnya dirampas sama orang boncengan dua, yang katanya mengendarai motor RX King. Padahal lokasinya dekat dengan kampung, tapi kok berani juga jambretnya," beber Eric C, salah satu warga sekitar.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengungkapkan, terkait kejadian jambret tersebut, belum ada laporan dari korban. Namun pihaknya kembali lagi mengimbau agar masyarakat lebih hati-hati lagi.

"Utamanya perempuan yang banyak jadi sasaran. Jangan pakai barang-barang berharga yang terlibat mencolok. Simpan barang-barang di tempat yang aman," pungkasnya.