Tunjungan Profesi Guru Dihentikan, Jokowi Sebut Hoax dan Siap Berjuang untuk Guru, Warganet: Guru Honorer Juga Ya Pak...

Presiden Joko Widodo (Instagram @jokowi)
Presiden Joko Widodo (Instagram @jokowi)

MALANGTIMES - Postingan akun resmi  Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Instagram beberapa hari lalu mengenai pelurusan informasi bohong (hoax) tentang penghentian tunjangan profesi guru mendapat respons luar biasa dari warganet. 

Tercatat postingan Jokowi disukai sebanyak 357.950 dan dikomentari warganet sebanyak 10.157 sejak diposting. 

Dalam postingan tersebut,  Jokowi menuliskan cukup panjang mengenai kabar yang disebut hoax tersebut. "Tidak ada alasan apa pun bagi pemerintah untuk mengurangi, apalagi memberhentikan tunjangan profesi guru. Karena itu adalah imbalan yang memang seharusnya diperoleh guru atas pengabdian profesi yang telah dan akan diabdikan untuk bangsa selama-lamanya."

Jokowi melanjutkan tulisannya,  "Jadi saudara-saudara sebangsa dan setanah air, kabar yang beredar melalui media sosial dan group-group perbincangan tentang penghentian tunjangan guru adalah tidak benar. Itu hoaxs!. Saya siap untuk di depan dan berjuang untuk membela kepentingan guru-guru agar dapat melaksanakan tugas mulianya mendidik kader-kader bangsa di negara kita. "

Tulisan panjang akun Jokowi tersebut sontak membuat puluhan ribu warganet bersyukur. Walaupun banyak juga yang melontarkan harapan terhadap Jokowi,  khususnya mereka yang dimungkinkan sebagai tenaga guru honorer. 

@yogivespa misalnya menuliskan  harapannya kepada Jokowi mengenai nasib guru honorer yang jauh berbeda dengan guru ASN (aparatur sipil negara) selama ini. "Assalamualaikum, pak presiden, tolong perhatikan guru honorer jugaa yaa pak, bayangkan sebulan mereka hanya digaji 250 sampe 400 ribu. Terimakasih pak presiden, " tulisnya. 

Harapan tersebut langsung saja diiyakan oleh warganet lainnya. Ada ratusan komentar menanggapi @yogivespa tersebut. Sebut saja @jam93har menyampaikan, "Pak @jokowi tlg diperhatikan,  terutama wiyata bakti di jenjang sekolah dasar, perlu diperhatikan pak... Terimakasih, ". 

Dari berbagai komentar lainnya yang terbilang senada,  yaitu mengenai rendahnya gaji yang diterima,  antara Rp 250 ribu sampai kisaran Rp 500 ribu per bulan. Gaji yang tentunya kerap membuat guru honorer yang memiliki tugas sama dengan guru ASN merasakan beratnya tugas tersebut. Bahkan kata @anitapuspa30, dirinya satu bulan hanya digaji Rp 100 ribu. 

rezaabdullahalmadihij dan daydaynuur senada menulis, "Nasib guru honorer... Padahal mereka berjuang kerasss buat majuin sekolah dan anak bangsa. Biasanya lebih keras dr yg pns. Karena masih muda. Otak cemerlang. Disuruh ini itu lagi, " dengan diakhiri emoticon sedih. 

Harapan besar para guru honorer kepada Jokowi yang akan kembali bertarung memperebutkan kursi presiden di tahun 2019 mendatang sangatlah besar. Salah satu harapan adalah gaji guru honorer sama dengan upah minimum regional (UMR). Seperti yang ditulis oleh akun eni.enda. 

Bahkan @alfi_wna menuliskan :"... Mudah2han dgn pak Jokowi 2 periode semakin baik nasib honorer kita aamin, ". 

Harapan warganet dari berbagai komentar adalah bahwa Jokowi tidak hanya siap berada di depan dan memperjuangankan tunjangan profesi guru yang notabene adalah ASN. Tapi juga siap untuk berjuang bagi para guru honorer. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top