Kepala Disdag Kota Malang, Wahyu Setianto (Doc MalangTIMES)
Kepala Disdag Kota Malang, Wahyu Setianto (Doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang, saat ini semakin memperluas penerapan E-Retribusi pasar Kota Malang. Jika sebelumnya penerapan E-Retibusi masih di delapan pasar dari 27 Pasar di Kota Malang, kini jumlahnya telah meningkat menjadi 12 pasar.

12 pasar tersebut di antaranya seperti Pasar Buku Wilis, Pasar Bareng, Pasar Klojen, Pasar Kedungkandang, Pasar Bunul, Pasar Kebalen, Pasar Nusakambangan, Pasar Talun, Pasar Kotalama, Pasar Gadang lama, Pasar Oro-oro Dowo, Pasar Besar.

Baca Juga : Dampak Covid-19, PAD Kota Malang Diprediksi Turun 50 Persen

Kepala Disdag Kota Malang, Wahyu Setianto mengungkapkan, penerapan E-Retribusi bakal terus diperluas di seluruh pasar yang ada di Kota Malang. Penerapan tersebut tentunya merupakan wujud atau bentuk pengelolaan dana retribusi pasar yang transparan menuju peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Ini tentunya berpengaruh  besar dalam peningkatan PAD. Selain itu kan juga mencegah adanya kebocoran retribusi pasar. Tidak ada pedagang yang terlewat untuk membayar retribusi. 

Pemikiran-pemikiran negatif dari pedagang yang misalkan saja takut uangnya masuk kantong pribadi, kan jadi nggak berfikir seperti itu, karena memang langsung masuk ke rekening bank," bebernya

Dilanjutkan Wahyu, uang retribusi yang disetorkan pedagang melalui ATM, akan langsung masuk ke rekening kas daerah. Hal ini berbeda dengan dulu, dengan cata manual. 

"Dulu kan bayar ke juru pungut, setelah itu baru dilaporkan kepala pasar, kemudian dilaporkan ke dinas baru diserahkan ke pemkot. Kalau dengan ini kan sistemnya lebih bagus," ungkapnya

Baca Juga : Jadi Rp 102 Miliar, Anggaran Covid-19 di Kota Batu Bertambah Dua Kali Lipat

Sementara itu, terkait penerapan E-Retribusi tersebut, memang masih terdapat kendala pada beberapa pasar. Contohnya seperti Pasar Besar maupun Pasar Bareng. 

"Kalau di Pasar Besar kan yang di Ground sedikit sulit sinyal mesin EDC nya, namun tentunya akan segera diatasi. Pasar Bareng juga sama, masalah sinyal, namun sudah selesai," pungkasnya.