Kadisdik Kabupaten Malang M. Hidayat intensifkan pembinaan mental para pendidik selain keterampilan dan penguasaan materi mengajar. (Nana)
Kadisdik Kabupaten Malang M. Hidayat intensifkan pembinaan mental para pendidik selain keterampilan dan penguasaan materi mengajar. (Nana)

MALANGTIMES - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang terus berupaya memaksimalkan potensi sumber daya manusianya. Berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas sebagai guru, kepala sekolah, maupun pengawas terus dilakukan, baik di dalam maupun di luar daerah. 

Hal ini sebagai wujud untuk menampilkan performa terbaik para pendidik yang ada di Kabupaten Malang dalam melaksanakan tugasnya. Memiliki keterampilan serta kecerdasan dalam menjalankan tugasnya sehingga lahir berbagai inovasi dalam dunia pendidikan di Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

Dari data Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang tahun 2018 tercatat, untuk keperluan peningkatan kapasitas para pendidik di Kabupaten Malang dialokasikan anggaran sebesar Rp 575 juta untuk pembinaan penyelenggaraan kursus dan pelatihan. Dari pos tersebut, terlihat adanya upaha Disdik Kabupaten Malang untuk terus meng-upgrade kemampuan otak para petugasnya yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan saat ini.

Tapi, kata Kepala Disdik Kabupaten Malang M. Hidayat, lembaganya bukan hanya bertugas untuk meningkatkan kapasitas kepintaran atau keterampilan para pendidik. “Kami juga menyeimbangkan dengan pembinaan mentalnya secara intensif,” ucap pria yang akrab disapa Dayat itu beberapa waktu lalu.

Untuk pembinaan mental terhadap para pengajar di Kabupaten Malang tersebut, diharapkan bukan hanya kepintaran otak yang terus disentuh dan ditingkatkan. Juga adanya keseimbangan dan keselarasan dengan kuatnya mental para pengajar yang berhadapan dengan tugasnya yang sangat berat, yaitu mempersiapkan generasi emas bagi Kabupaten Malang dan Indonesia pada umumnya.

Dayat mengatakan, tanpa adanya mental yang kuat dari para pengajar, kepintarannya nanti malah bukan untuk memajukan dunia pendidikan. "Malah sebaliknya. Kami tidak berharap adanya pengajar yang pintar-pintar otaknya tapi akhirnya terjerat urusan hukum karena mentalnya tidak kuat,” ujar dia.

Disinggung mengenai sisi praktis dari pembinaan mental yang intensif dilakukan Disdik Kabupaten Malang, Dayat berharap akan lahir dedikasi profesi yang kuat dari para pendidik. Dedikasi tersebut lah yang nanti akan melahirkan etos kerja, integritas dan kedisiplinan.

“Harapan kita semua jelas, akan lahir para pendidikan yang pintar sekaligus memiliki mental yang kuat di tengah menjalankan tugasnya. Kita di dunia pendidikan banyak sekali tantangannya,” tegas Dayat.

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Seperti diketahui, banyak pekerjaan rumah di Disdik Kabupaten Malang yang kini terus didorong oleh Dayat sebagai orang nomor satu di dunia pendidikan saat ini. Selain meningkatkan berbagai keterampilan dan penguasaan informasi teknologi para pegawainya, berbagai aktivitas lainnya juga terus digalakkan. Hal ini dalam upaya menyelaraskan rencana dan strategi tahunan di Disdik yang terkait erat dengan tiga program strategis Kabupaten Malang.

Renstra dan keterkaitan dengan program besar Kabupaten Malang tersebut, tidak lepas dari penguasaan keterampilan para pendidik yang dilandasi dengan kekuatan mentalnya. Sehingga berbagai tantangan yang dihadapi sehari-hari oleh para pendidik tidak menjadi ruang yang disalahtafsiri.

“Sekali lagi dengan pembinaan mental tersebut harapan kita tidak ada lagi hal negatif yang muncul dari insan pendidikan di Kabupaten Malang. Tapi yang lahir adalah berbagai inovasi yang mampu mengangkat kebaikan, prestasi dan anak didik yang cemerlang,” pungkas Dayat. (*)