Kebijakan Khusus Dinas Pendidikan Kota Malang untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah MM (Pipit Anggraeni)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah MM (Pipit Anggraeni)

MALANGTIMES - Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra Zubaidah, MM menegaskan anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk mengenyam pendidikan layak. Sehingga, dinas yang ia pimpin itu pun memiliki kebijakan khusus dalam menangani siswa berkebutuhan khusus.

"Terutama untuk mereka yang tidak sekokah di SLB dan memilih  masuk.sekolah formal," katanya pada MalangTIMES belum lama ini.

Menurutnya, tak sedikit orangtua yang tak tahu terkait kebutuhan anaknya. Sehingga, para orangtua sering tak menyadari jika anaknya memiliki keterbatasan dan akhirnya  masuk sekolah formal. 

Keadaan tersebut tak jarang membawa kesulitan bagi siswa itu sendiri maupun orangtua dan guru.

Maka untuk meminimalisir itu, Dinas Pendidikan Kota Malang memilih memberikan pelatihan kepada guru mulai dari tingkat TK sampai SMP untuk mengatasi permasalahan tersebut.

"Jadi kami juga ada anggaran untuk memberi pelatihan kepada guru agar mampu memenuhi kebutuhan siswa berkebutuhan khusus," terangnya.

Saat ini, lanjutnya, ada sekitar 51 sekolah formal yang diperbolehkan menerima anak berkebutuhan khusus.

Sekitar 70 guru dari tingkat SD hingga SMP telah dibekali kemampuan untuk mendeteksi kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus.

"Sebenarnya ketika orangtua menyadari lebih awal dan menyekolahkannya di SLB itu lebih bagus. Tapi bagi anak berkebutuhan khusus yang terlanjur sekolah di sekolah formal harus terus didukung. Karena mereka juga memiliki kesempatan dan hak yang sama dengan yang lain," pungkasnya.

Editor : Heryanto
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top