MALANGTIMES - Seolah disambar petir di siang bolong. Kalimat ini mungkin bisa mewakili perasaan Girin, Warga Desa Pait Kecamatan Kesambon. Jika pada umumnya musibah longsor terjadi saat musim hujan, namun berbeda dengan yang dialami kakek 75 tahun tersebut. Sabtu (8/9/2018) siang, rumahnya roboh akibat tertimbun tanah longsor.

Kasubsi Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang Mudji Utomo mengatakan, longsor diduga berasal dari luapan air selokan yang berada di sebelah rumah korban. Maklum saja, posisi rumah yang lebih rendah dari parit, mengakibatkan luberan air mengalir ke rumah warga. Terparah, luapan air beserta material menimbun bagian samping rumah Girin. “Tanah dengan tinggi sekitar 2 meter menimbun rumah, akibatnya dinding beserta atap rumah roboh,” terang Utomo kepada Malang TIMES.

Utomo menambahkan, kejadian ini membuat genap delapan kasus serupa selama tahun 2018. Terakhir, longsor terjadi pada 21 juni lalu. Saat itu, curah hujan yang tinggi mengakibatkan longsor di Desa Wirotaman Kecamatan Ampelgading. Terbaru, longsor di Kecamatan Kasembon ini, membuat tim gabungan dari PMI kabupaten Malang, dibantu perangkat desa, dan warga setempat bergegas mengevakuasi lokasi kejadian. “Beruntung tidak ada korban jiwa atas insiden ini,” pungkasnya.