Para peserta saat memulai membuat bakso di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kota Batu, Kamis (6/9/2018).
Para peserta saat memulai membuat bakso di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kota Batu, Kamis (6/9/2018).

MALANGTIMES - Sebanyak 13 warga Negara asal Afrika berlatih membuat bakso dan abon di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kota Batu, Kamis (6/9/2018). Ya mereka mengikuti pelatihan International Training on Processing Technology of Agricultural and Animal Husbandry Product for African Countries : Sharing Best Practise to Archieve SDG’s.

Mulanya mereka dikenalkan dengan alat-alat untuk mengolah daging mulai dari alat-alat pembekuan cepat hingga ruangan khusus. Lalu alat vakum untuk mengeluarkan udara dari plastik.

Ada juga alat untuk memotong daging, menghancurkan daging. Lainnya ada alat pencetak bagus, hingga alat penggorengan yang terisi dengan minyak goreng 15-20 liter dan sebagainya.

Setelah mulai mengenal alat-alatnya, ke 13 warga Afrika itu mulai diajak mengenali bahan-bahan untuk membuat bakso dan abon. Mereka cukup tertarik dengan rempah-rempah menjadi salah satu bahan resep tersebut.

Saat mulai memasak mereka pun cukup cepat untuk memotongi daging itu menjadi bakso. Tahap demi tahap dilakukan dengan semangat dan saling bekerjasama. 

Warga Zimbabwe Afrika Martin Munyati mengatakan senang bisa mendapatkan pelatihan tersebut. Sebab bisa memiliki banyak pengalaman, terlebih bisa tahu cara untuk membuat bakso.

“Seru sekali saya membuat bakso yang enak. Dan bisa di kembangkan di daerah asal saya, dan rasanya enak sekali,” ungkap Martin. 

Nantinya usai kembali ke negaranya tentunya ia memiliki pemikiran untuk bisa mengembangkan apa yang telah dilakukan dalam pelatihan. 

Sementara itu Pemateri daru BBPP Rudi Rawendra menjelaskan Pelatihan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman terbaik Indonesia dalam hal pengolahan tanaman pangan dan hasil ternak kepada para peserta dari negara-negara Afrika serta mendorong tercapainya Sustainable Development Goals (SDG’s) 2030. 

“Kami bersama berbagi pengalaman terbaik bagaimana cara mengolah. Seperti di sana memang banyak domba, yang nantinya bisa dikembangkan lewat pelatihan di sini,” ujar Rudi. 

Kegiatan ini diikuti oleh 13 orang peserta dari Afrika Selatan, Burkina Faso, Burundi, Ghana, Guinea-Bissau Kenya, Mozambik, Nambia, Nigeria, Sierra Leone, Tanzania dan Zimbabwe.  

Pelatihan berlangung selama 5 hari sejak 5-9 September 2018. Kedepan peserta akan memperoleh materi tentang memahami Dairy Industry Experience, Meat Production, Meat Procesing Product, Good Handling Practises and Milking Procedure, Practical on Dairy Product, Sharing Experinece on Dairy Farm Edu Park Management. Dan Integrated Farming System.