Bantuan Bedah Rumah Semakin Mengalir, Cipta Karya Tata Pelaksanaannya

MALANGTIMES - Sejak tahun 2013, Pemerintah Kabupaten Malang terbilang masih tergantung pada bantuan pemerintah pusat untuk program bedah rumah tidak layak huni. Miliaran rupiah dana pusat mengalir untuk mengatasi persoalan tersebut. 

Berjalannya waktu, program bedah rumah mulai dilirik berbagai pihak setelah Pemerintah Kabupaten Malang mulai fokus dalam memerangi kemiskinan. Khususnya dalam menghilangkan permukiman kumuh maupun rumah warga yang tidak layak huni di berbagai wilayah Kabupaten Malang. 

Kini, program bedah rumah tidak hanya menjadi pekerjaan Pemkab Malang saja. Tapi, berbagai unsur masyarakat maupun pihak swasta bergerak bersama untuk membantu menciptakan hunian bagi warga miskin yang layak dan sehat. 

Hal ini terlihat dari berbagai program yang digelar Pemkab Malang. Misalnya,  dalam Bina Desa yang digelar di Desa Jabung,  Kecamatan Jabung. 

Masyarakat penerima manfaat pun bisa tersenyum gembira. Pasalnya,  bantuan bedah rumah yang mereka dapatkan semakin terkoordinasi dalam pelaksanaannya. Berbagai bantuan dari pihak non pemerintahan kerap dijadikan satu dalam pelaksanaannya dengan program reguler pemerintah. 

"Tahun ini kami memang melakukan beberapa penataan dalam bantuan bedah rumah warga miskin. Kita melakukan koordinasi dengan berbagai unsur yang akan memberikan bantuan," kata Wahyu Hidayat, kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang,  Kamis (6/9/2018) kepada MalangTIMES. 

Penataan pelaksanaan bantuan bedah rumah tersebut,  selain untuk lebih terlihat masif juga berkenaan dengan data rumah tidak layak huni yang wajib dilaporkan ke pemerintah pusat. "Harapannya apa yang sudah terbangun,  bisa kita inventarisir. Pemetaan bantuan pun akan lebih terarah dan tepat sasaran," ujar Wahyu. 

Hal tersebut, ternyata cukup membantu juga bagi para donatur maupun unsur masyarakat lainnya yang tergerak memberikan bantuan dalam bedah rumah warga miskin. 

Melalui Wahyu, mereka menyampaikan, dengan adanya koordinasi dan penataan bantuan dari pihak DPKPCK Kabupaten Malang, mereka bisa membantu secara terarah dan tepat sasaran. 

"Alhamdulillah bedah rumah ini semakin banyak kalangan ikut serta membantu. Tentunya ini menggembirakan, sehingga akan semakin cepat rumah tidak layak huni terbangun. Kita membuka diri untuk persoalan data kepada pihak manapun yang akan ikut serta dalam program bedah rumah ini," ujarnya. 

Sisi lain, warga pun semakin berterimakasih atas bantuan bedah rumah yang dilakukan pemkab Malang dengan menggandeng berbagai pihak lainnya. Sunariyah warga pemanfaat dari Dusun Gunung Kunci, menyampaikan rasa syukur dan gembiranya atas program tersebut. 

"Terima kasih Bapak Bupati,  terima kasih pada semuanya. Rumah saya bisa dibangun seperti saat ini," ucapnya terbata-bata. 

Senada dengan penerima manfaat lainnya, Sumantri warga jalan Kalimantan,  Desa Jabung,  Jabung,  juga mengatakan,  dirinya sangat bersyukur kini memiliki rumah layak huni. "Bukan saja rumah,  tapi juga jambannya juga dibangun dengan septitank-nya. Ini sangat membantu kami sekeluarga. Kalau bangun sendiri,  tidak mampu saya," ucapnya haru. 

Dalam setiap bedah rumah di Bina Desa, Bupati Malang Dr H Rendra Kresna pun selalu datang untuk melihat secara langsung proses pembangunannya tersebut. Selain untuk berkomunikasi dengan warga penerima manfaat,  juga untuk memastikan dan memberikan berbagai pesan kepada warga. 

"Bahwa kita sebagai pemerintah selalu ada di tengah masyarakat. Ini juga sebagai bukti bahwa masyarakat Kabupaten Malang tetap memiliki kepedulian besar terhadap warga kurang mampu," ujar Rendra menjawab mulai banyaknya kalangan masyarakat ikut serta aktif dalam membantu program bedah rumah. (*)

Top