Dua pelaku pemerkosaan ditunjukkan bersama barang bukti pakaian korban. (Foto:Meidian Dona Doni/BlitarTIMES)
Dua pelaku pemerkosaan ditunjukkan bersama barang bukti pakaian korban. (Foto:Meidian Dona Doni/BlitarTIMES)

MALANGTIMES - Sungguh memprihatinkan nasib siswi kelas 5 SD di Blitar mengalami pemerkosaan oleh 8 orang lelaki dewasa hingga 10 kali.

Siswi ini dibikin mabuk terlebih dahulu lalu diperkosa bergiliran oleh para lelaki bejat itu.

Baca Juga : Edarkan Sabu di Tengah Pandemi Covid-19, Pengedar Asal Malang Dicokok Polisi Blitar

Beberapa waktu lalu korban sempat tidak pulang lima hari, hingga keluarganya cemas dan akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polres Blitar Kota. Kasus itu baru terungkap dan polisi pada saat ini berhasil membekuk dua dari delapan pelaku pemerkosaan.

Dua pelaku itu Mustajab (23) seorang buruh warga Desa Togogan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, dan Subakti (30) petani warga Dusun Sambirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

“Iya kini kita masih menangkap 2 pelaku. Sedang 6 pelaku lain masih menjadi DPO (daftar pencarian orang),” ujar Kasubbag Humas Polres Blitar Kota, Ipda Syamsul dalam press release, Kamis (6/8/2018).

Menurut Ipda Syamsul, pemerkosaan terakhir kali kali saat korban lima hari berada di rumah salah satu pelaku bernama Jari warga Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Di situ korban diberi minumal beralhokol dan diperkosa bergiliran.

Dari penyelidikan ternyata kegiatan pemerkosaan bergilir itu sudah pernah dilakukan sejak tahun 2016 lalu.

Namun tidak selalu dilakukan genap delapan orang pernah tiga orang, lima orang dan paling banyak delapan orang dengan orang yang sama.

“Akibat ini delapan pelaku ini akan kita ancam pasal perlindungan anak dengan hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” terangnya.

Baca Juga : Di Tengah Pandemi Covid 19, Pelaku Curnamor Makin Liar, Sehari Dua Motor Digasak

Sementara salah satu pelaku Mustajab yang salah satu ikut dalam 10 kali pemerkosaan mengaku kalau melakoni aksi bejat itu mengikuti teman-temannya.

Pada pemerkosaan para pelaku tidak menggunakan kondom di setiap pemerkosaan.

“Sadar pak kalau dia anak 12 tahun,” ucap Mustajab mengakui perbuatannya dihadapan polisi. (*)