Pertemuan antara Plt Wali Kota Malang Sutiaji dengan jajaran pimpinan partai politik untuk mempercepat proses pergantian anggota DPRD Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Pertemuan antara Plt Wali Kota Malang Sutiaji dengan jajaran pimpinan partai politik untuk mempercepat proses pergantian anggota DPRD Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pertemuan antara jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama para pimpinan partai politik (parpol) pemenang pemilu berbuah sepakat.

Baca Juga : 10 Daerah Resmi Dapat Persetujuan Terapkan PSBB

Proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD Kota Malang yang terjerat kasus dugaan suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal dipercepat.

Bahkan pemkot membentuk tim khusus agar proses itu bisa selesai awal pekan depan.

Koordinasi yang dilakukan di Balaikota Malang, Rabu (5/9/2018) malam terhitung darurat.

Pertemuan itu menindaklanjuti arahan Gubernur Jawa Timur Soekarwo pada Plt Wali Kota Malang Sutiaji untuk mempercepat PAW paling lambat Senin (10/9/2018) mendatang.

"Target Senin PAW, semoga bisa terpenuhi karena semua partai sudah sepakat," ujarnya. 

Untuk mendukung upaya percepatan itu, pihak pemkot bersama Provinsi Jawa Timur membuat satuan tugas (satgas) khusus.

Anggotanya terdiri dari perwakilan masing-masing partai, biro hukum provinsi, bagian hukum kota, bagian pemerintahan provinsi, dan bagian pemerintahan kota.

"Intinya ketika ada partai melakukan PAW, akan terlayani dengan baik," ujarnya.

Sutiaji juga telah meminta Sekda Kota Malang untuk menghubungi instasi vertikal terkait. Terutama yang berpengaruh pada pemenuhan beberapa persyaratan yang dibutuhkan ketika nanti ada proses PAW.

"Bagi yang butuh SKCK juga bisa diurus. Kami hadirkan BNN juga untuk surat keterangan bebas narkoba. Ini untuk kepentingan bersama," papar dia.

Baca Juga : Viral! Mobil Jenazah Terjebak Lumpur Usai Pemakaman Pasien Covid-19

Sutiaji mengungkapkan, hal tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan agar agenda-agenda kedewanan bisa berjalan dengan baik.

"Jangan sampai juga ada layanan-layanan publik yang terganggu. Sehingga, kami mengambil langkah cepat," terang pria penghobi bulutangkis itu. 

Meski demikian, pihaknya menekankan bahwa PAW sebenarnya merupakan ranah internal partai. Namun untuk kepentingan yang lebih besar, maka pergantian anggota dewann saat ini sangar dibutuhkan.

"Ini sebenarnya domain partai masing-masing, tetapi kesepakatan yang menyegerakan PAW sesuai mekanisme partai. Itu sangat kami hormati," urainya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo memastikan penggantian antar waktu (PAW) anggota DPRD Kota Malang akan dilakukan pada hari Senin (10/9/2018) mendatang.

Penggantian tersebut dilakukan demi jalannya pemerintahan di Kota Malang.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut 41 dari total 45 anggota dewan yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang tahun anggaran 2015. Saat ini anggota aktif DPRD Kota Malang ada lima orang, empat anggota lama dan satu anggota baru. Yakni Wakil Ketua I DPRD Kota Malang Abdurrahman, Tutuk Hariyani, Priyatmoko Oetomo, Subur Triyono dan Nirma Chris Desinidya.