MALANGTIMES - Masih banyak pekerjaan rumah yang mesti dikerjakan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu untuk memperoleh predikat Kota Sehat Nasional.

Salah satunya terkait sterilisasi ruang publik dari aktivitas merokok, seperti di Alun-Alun Kota Batu.

Tim verifikasi Kota Sehat Nasional menyoroti masih adanya kawasan merokok di alun-alun. Padahal, tempat tersebut menjadi jujukan wisatawan lokal, mancanegara dan juga warga setempat untuk berlibur.

Hari ini (5/9/2018) tim verifikator dari Dinas Kesehatan Pemprov Jatim melakukan kunjungan ke 16 titik di kota wisata itu untuk melakukan penilaian.

Khusus untuk Alun-Alun Kota Batu, tim verifikasi beri catatan negatif. Sebab, seharusnya taman sebagai fungsi rekreasi keluarga steril dari kegiatan merokok.

"Ini ada papan larangan merokok. Seharusnya ya tidak ada (tempat merokok) dan kalau bisa misal diganti are WiFi ," kata Ketua Forum Kota Batu Sehat Salma Safitri yang ikut mendampingi tim verifikasi.

Selain alun-alun, lokasi lain yang dikunjungi di antaranya SDN Ngaglik 01, Alun-Alun Kota Batu, Kampung Ramah Anak Punten, Taman Wisata Selecta, Hutan Kota Bondas, Lumbung Pangan Temas, Wana Wisata Coban Rais, dan Pasar Besar Kota Batu.

Terpisah, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, pihaknya berharap kota wisata itu sekaligus menyandang predikat Kota Sehat Nasional. Sebab, pada 2017 lalu kota tersebut telah mendapat predikat yang sama di tingkat provinsi.

Tujuannya tidak lain untuk semakin beri rasa percaya dan nyaman wisatawan yang datang, utamanya wisatawan mancanegara. "Tidak dipungkiri, masyarakat Kota Batu masih harus terus diajak menuju ke arah Kota Sehat. Sebab masib ada saja yang buang sampah ke sungai," ujarnya. 

Dengan adanya penilaian tersebut, masyarakat juga diajak untuk sadar dan menerapkan pola hidup sehat.

"Maka yang penting memang haruslah dari kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat," pungkasnya.