Kapolres Didampingi Kasatreskrim Polres Malang Saat Rilis Pelaku Cabul, Kepanjen (foto : Ashaq Lupito/MalangTIMES)
Kapolres Didampingi Kasatreskrim Polres Malang Saat Rilis Pelaku Cabul, Kepanjen (foto : Ashaq Lupito/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Korban keganasan predator anak bertambah. Sebelumnya, Bunga (nama samaran), menjadi objek pelampiasan birahi ayah kandungnya.

Baca Juga : Tergiur Upah Jutaan, Pekerja Serabutan Ini Stay di Penjara

Terbaru, Sapril warga Kecamatan Pakisaji ini, juga melakukan aksi serupa kepada putri sulungnya sendiri.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menegaskan, tersangka memang memiliki tiga orang anak, dua di antaranya perempuan dan satu sisanya laki-laki.

Hingga saat ini masih satu korban yang melapor, yakni anak kedua tersangka, yang masih berusia 14 tahun.

Namun, dari pendalaman polisi Sapril mengaku juga pernah mencabuli putri sulungnya yang berusia 18 tahun.

“Kejiwaan serta psikologis tersangka juga akan kami periksa, guna mendalami kasus ini,” tegas Ujung kepada Malang TIMES rabu (5/9/2018).

Ujung menambahkan, terhadap anak pertamanya itu, sebut saja Mawar kronologisnya lebih parah.

Sejak 2016 lalu, peredator anak kandung ini melancarkan aksinya hampir setiap hari.

Pasalnya, istri pria yang mengaku sebagai wartawan ini, memang bekerja di salah satu pabrik yang ada di Kabupaten Malang.

Baru ketika menjelang malam istrinya pulang ke rumah. Alhasil, kondisi rumah yang sepi digunakan tersangka untuk “memangsa” anak kandungnya.

Baca Juga : Napi Asimilasi yang Kembali Berulah Siap-Siap Tempati Sel Pengasingan

“Payudara dan kemaluan diraba tersangka, bahkan sampai berdarah,” imbuh orang nomor satu di Polres Malang ini.

Ditemui saat bersamaan, Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda menuturkan, kasus ini baru terungkap dua tahun kemudian lantaran korban mendapat ancaman dari yang bersangkutan. Sehingga tidak berani untuk menceritakan kepada keluarganya.

Korban yang masih anak kandungnya sendiri ini, membuat hukuman yang dijerat kepada pelaku cabul lebih berat.

“Pasal 82 juncto pasal 76 E Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Smentara itu, Sapril membantah apa yang disangkakan polisi kepadanya. Pria 44 tahun itu mengelak jika dirinya berbuat cabul.

Selain itu, dia juga mengaku jika sudah bertahun-tahun kebutuhan biologisnya tidah pernah dilayani oleh sang istri.

“Yang saya lakukan kepada anak saya merupakan wujud kasih sayang,” pungkasnya.