Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Kelulusan Naik, WR 1 UIN Malang Tetap Minta PPG Lakukan Evaluasi dan Inovasi

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

13 - Apr - 2024, 07:46

Prosesi pengukuhan guru profesional yang dilakukan LPTK UIN Malang. (Anggara Sudiongko/MalangTimes)
Prosesi pengukuhan guru profesional yang dilakukan LPTK UIN Malang. (Anggara Sudiongko/MalangTimes)

JATIMTIMES - Persentase kelulusan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG)  profesional program studi pendidikan profesi guru dalam jabatan (daljab) batch 2 K-2 tahun 2024 di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang mencapai hasil memuaskan. Persentase ini sebesar 92,83 persen atau mengalami kenaikan 0,31 persen dibandingkan dengan persentase kelulusan sebelumnya sebesar 92,83 persen.

Meski dengan tingkat kelulusan cukup bagus, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UIN Malang Prof Umi Sumbullah MAg menegaskan untuk tak cepat berpuas diri dan terus melakukan evaluasi. "Inovasi dan peningkatan dari berbagai sisi harus dilakukan," katanya beberapa waktu lalu.

Baca Juga : 10 Tips Mudik Balik Aman dan Nyaman Naik Kapal Laut 

Menurut Prof Umi, beberapa hal yang menjadi evaluasi antara lain  motivasi kepada guru harus terus didongkrak. Sebab, tak jarang semangat atau motivasi para guru  meredup sehingga menjadi malas untuk belajar lagi. "Mereka (semangatnya) kadang on off dalam artian naik turun," ungkapnya.

Kemudian, perlunya para guru untuk lebih meningkatkan fokus maupun kemampuandð lebih baik memanajemen waktu. Tak dipungkiri, mahasiswa PPG merupakan seorang guru. Ketika mereka mengikuti perkuliahan daring, tak jarang mereka juga sembari mengajar sehingga hal tersebut juga membagi konsentrasinya. 

"Akhirnya mereka tidak fokus untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada," kata Prof Umi.

Untuk itu, fia  berharap ke depannya para guru lebih mampu untuk meningkatkan fokus maupun konsentrasi mereka ketika belajar. 

Lebih lanjut Prof Umi mengatakan, para mahasiswa PPG juga harus beradaptasi dengan berbagai macam situasi belajar.  Sejak tahun lalu, tugas yang ada kebanyakan tidak lagi diperkenankan menulis melalui komputer. Tugas yang diberikan harus ditulis mengunakan tulisan tangan.

Mungkin hal ini terlihat klise. Tetapi Prof Umi menegaskan,  dengan menulis, para guru yang sebelumnya malas membaca kemudian sadar dan mau tak mau harus membaca. Hal ini berkaca pada pengalaman sebelumnya. Para guru mengerjakan tugas dengan diketik memakai komputer. Namun hasilnya malah banyak yang copas (copy paste) dan tidak membaca sehingga mereka tidak mengerti apa isi dari materi.

Baca Juga : Pemkab Malang Targetkan IPM Sangat Tinggi di 2027, Capaian Terkini 73,00

"Hal ini terbukti ketika kita Zoom meeting untuk penguatan kapasitas para guru dalam modul tertentu, ternyata mereka malah tidak paham. Padahal sebelumnya mereka juga diberi kesempatan untuk memahami dan belajar. Dari sisi pemahaman, misinterpretasi itu terjadi," katanya.

Jika dilihat secara sistem,  PPG UIN Maliki Malang dinilai sudah bagus. Begitu pun sisi SDM ( sumber daya manusia) dosen yang ada di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) telah cukup bagus. Hal ini tak terlepas dari berbagai upaya kegiatan penguatan atau refreshment. 

"Tapi ini jangan hanya sebagai kegiatan rutin, tapi harus ada evaluasi juga. Misal dosen yang menilai tugasnya lambat atau yang lainnya bisa diberikan evaluasi atau treatment khusus," pungkasnya.


Topik

Pendidikan UIN Malang UIN Maulana Malik Ibrahim pendidikan profesi guru PPG guru


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy