Sapril, pelaku cabul saat diinterogasi di Polres Malang. (foto : istimewa)
Sapril, pelaku cabul saat diinterogasi di Polres Malang. (foto : istimewa)

MALANGTIMES - Anak kandung yang seharusnya mendapat perlindungan dan kasih sayang justru menerima perlakuan keji dari bapak kandungnya. Sapril, warga Kecamatan Pakisaji, tega mencabuli anak kandungnya yang masih berusia belia.

Baca Juga : Tergiur Upah Jutaan, Pekerja Serabutan Ini Stay di Penjara

Dari pendalaman Malang TIMES, aksi bejat itu sudah terjadi beberapa tahun. Selama melampiaskan birahinya, pelaku yang juga oknum wartawan koran mingguan nasional tersebut mendekap Bunga (nama samaran), anak kandungnya yang masih berusia 14 tahun, ketika terlelap. Terakhir, pelaku melancarkan aksinya pada Senin (2/9/2018) lalu. 

Bunga dicabuli untuk kali kesekian. Tubuh mungilnya menjadi sasaran tangan liar Sapril. Selain itu, (maaf) kemaluan korban juga tidak luput dari tangan pria 44 tahun tersebut. Meski selalu memberontak, Bunga tak berdaya melawan tubuh gempal bapak kandungnya tersebut.

Tak kuasa mendapatkan perlakuan selama berkali-kali, akhirnya korban memberanikan diri untuk menceritakan kepada ibunya. Kasus ini akhirnya dilaporkan kepada polisi, yang hingga kini masih ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. “Saya tahu perbuatan saya tidak dibenarkan. Saya khilaf,” kata Sapril kepada salah satu penyidik.

Baca Juga : Napi Asimilasi yang Kembali Berulah Siap-Siap Tempati Sel Pengasingan

Terpisah, Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda membenarkan aksi bejat ini.  Terbaru, Sapril statusnya kini sudah menjadi tersangka.

Kepada penyidik, tersangka mengaku sudah melampiaskan aksi bejatnya sejak 2016 lalu. Sedikitnya sudah lima kali aksi serupa dilakukan kepada putri kandungnya tersebut. “Korban jadi sasaran pencabulan, tapi tidak sampai hubungan badan (digauli),” kata Adrian kepada Malang TIMES, Rabu (5/9/2018). (*)