Postingan @anggun_cipta yang membuat ramai warganet (Ig @anggun_cipta)
Postingan @anggun_cipta yang membuat ramai warganet (Ig @anggun_cipta)

MALANGTIMES - Mungkin tagar di media sosial (medsos) saat ini yang gampang menyulut sumbu ledak warganet, baik yang pro maupun kontra, adalah #2019gantipresiden. 

Tagar tersebut kerap membuat warganet terpecah dan beradu argumen secara panas. Bahkan sampai pada titik panas berbahasa,  yaitu makian maupun serangan kata-kata yang jauh dari nilai-nilai moral dan etika. Bully pada sosok yang pro maupun kontra yang mengusung tagar tersebut pun begitu mudah kita temukan di medsos. 

Baca Juga : KPU Berharap Perpu Penundaan Pilkada Selesai April Ini

Bully ini pula yang akhirnya jatuh kepada artis Anggun C. Sasmi saat mem-posting dirinya melalui @anggun_cipta di Instagram dengan memakai kaus bertulisan, "OGAH GANTI PRESIDEN #2019TETAPJOKOWI". 

"Kemarin latihan pake ini #PesanYangTidakTerlaluTersembunyi #SenimanNggakBolehNetral kaos : mbk @niluhdjelantik" begitu caption foto yang dituliskan pelantun lagu Snow on Sahara ini. 

Sontak saja, ribuan warganet terpecah kembali dengan postingan tersebut. Yang kontra langsung melemparkan komentar dengan berbagai komentar. Dari yang bertaraf normal sampai pada makian.  Seperti yang dituliskan @tiwi_hapsari : Presiden Prancis memang gak perlu diganti udah ganteng.. Presiden Indonesia perlu diganti.. dik @anggun_cipta warga negara mana yaa??? "

@yadidesainer juga menulis senada dengan tiwi,  "Emangnya anda masih WNI????? kok masih kekeuh promosi presiden petahana,  sudahlah anda idolakan dalam hati saja idola anda.. Kan g semua fans anda mengidolakan figur idola anda... Anda akan kehilangan fans anda. Alangkah bijaknya anda sebagai publik figur yang mendunia tidak melakukan pilih kasih seperti ini... Faham yaaa, " tulisnya. 

Diserang warganet tersebut,  Anggun pun berkomentar cukup panjang. Dia menyatakan,  saat pemilihan presiden Amerika Serikat, dirinya juga menyuarakan pilihannya untuk Hillary Clinton. "Karena saya warga dunia. Saya merasa politik di negara manapun mempunyai efek domino ke negara lain. Kita hidup tidak sendiri,"tulisnya. 

Anggun melanjutkan, "Identitas saya ada dua,  Prancis dan Indonesia. Kalau ini anda nggak terima bukan masalah saya tapi masalah anda #kibasRambut" tulisnya diakhiri emot senyum. 

Jawaban Anggun ternyata lebih menyulut warganet yang kontra dengan apa yang ditampilkan dalam IG-nya tersebut. Serangan ke kehidupan pribadi pun bertebaran. 

@levan13u "Jiah si @anggun_cipta Kawin sama bandot tuwa,  baru resepsi gegara dpt dp tampil diasian games baru mampu pesta, coz utk kesekian kali dpt bule kere lagi... Diva rombeng nan nyinyir... Udah bau tanah masih genit" tulisnya yang sontak membakar yang mendukung postingan Anggun. 

Baca Juga : Mengharukan, Anies Baswedan Kirimkan 'Surat Cinta' pada Tenaga Kesehatan

Ramainya warganet gegara tagar tersebut kerap akhirnya terjatuh pada postingan yang tidak mencerminkan tata kesopanan dan etika berkomunikasi. Bully semakin meruyak di rahim medsos hanya gegara sebuah tagar. Satu sama lain tidak ingin mengalah dan diam dengan adanya postingan-postingan bertagar #2019gantipresiden atau #2019tetapjokowi. 

@majulah_indonesiakuuu menulis,  "orang pintar pilih pakdek jokowi, yg otak terbelakang pilih yg ono" ujarnya dengan diakhiri emot tawa. Senada dengan akun tersebut boediman08 juga berkomentar :"Karna diam bukan solusi,  saluuttt #2019tetapjokowi. "

Irawandaniel juga menuliskan, "Setujuuu,  saya dukung bapak Jokowi, karena beliau menfajarkan kepada kita, bekerja tulus, tidak Rasis, sangat rendah hati,  di hina dina, beliau focus kerja,  Alhamdullilah Bangga punya presiden kayak Pak Jokowi, ". 

Tulisan tersebut mengomentari @cinta.mamanejad yang menyerang sosok Jokowi dengan tulisan,  "Aduuhh mbak.. PRESIDEN PLANGA PLONGO GA BISA BAHASA INDONESIA GITU BIKIN MALU... MAU DIPILIH LAGI??? TOBAT DEH. LIAT DONK PRABOWO SANDI, SMART DAN AMANAH, AMERIKA AJA TAKUT MA PRABOWO.. HAHAHAHA.. TOBAT MBK TOBAT, " tulisnya dengan huruf kapital semua. 

Medsos telah menjadi ajang pertempuran karena perbedaan pilihan. Sayangnya,  kerap pilihan warga satu sama lain tidak membuat warganet lebih bijak dalam berdebat dan mempertahankan etika dan norma dalam berkomunikasi. Medsos menjadi keranjang sumpah serapah dan bully tanpa adanya wasit,  sampai saat ini. (*)