Bulan September merupakan puncak kemarau,  karenanya BPBD dan BMKG terus mengimbau agar masyarakat waspada dari dampaknya (Nana)

Bulan September merupakan puncak kemarau, karenanya BPBD dan BMKG terus mengimbau agar masyarakat waspada dari dampaknya (Nana)


Pewarta

Dede Nana

Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Musim kemarau tahun ini diperkirakan sampai bulan Oktober mendatang. Dengan puncak kemaraunya di  September  bulan ini. Jika prediksi kemarau ini benar-benar terjadi, maka terbilang cukup panjang. Karena itu musim kemarau yang melanda Kabupaten Malang tersebut wajib diwaspadai. Baik oleh masyarakat maupun pihak-pihak terkait. 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso menyatakan, musim kemarau baru berganti menjadi musim penghujan di bulan November mendatang. "Jadi sampai dua bulan ke depan masih kemarau. Karena itu kita imbau agar masyarakat mewaspadai bencana kekeringan dan bencana kebakaran," kata Aminudin Kepala BMKG Karangploso, Senin (3/9/2018). 

Aminudin melanjutkan,  sebagian wilayah di Jawa Timur (Jatim) sudah memasuki kekeringan ekstrim. Terutama di bulan September yang merupakan puncak musim kemarau di tahun ini. "Karenanya kita imbau untuk waspada di puncak kemarau ini," ujarnya. 

Imbauan BMKG Karangploso terhadap kekeringan dan bencana kebakaran di musim kemarau di Kabupaten Malang, menjadi relevan. Dengan berbagai kebakaran beberapa hari lalu,  baik yang menimpa lahan hutan maupun permukiman warga. 

Selain human error,  cuaca kemarau dengan angin yang cukup besar di bulan ini,  kerap membuat kebakaran cepat merambat dan membesar. Sehingga sulit untuk dipadamkan oleh para petugas pemadam kebakaran. 

Sedangkan untuk kekeringan di Kabupaten Malang sampai saat ini dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang,  masih bisa diantisipasi. Beberapa wilayah merah kekeringan yang tersebar di Kecamatan Singosari, Kalipare, Lawang, Pagak, Donomulyo, Jabung, Sumbermanjing Wetan, Sumberpucung, Bantur, Gedangan dan Ngantang. Untuk saat ini terbilang masih aman dari  kekurangan air bersih. 

Menurut Kepala BPBD Kabupaten Malang Bambang Istiawan, kondisi tersebut dikarenakan Pemerintah Kabupaten Malang giat melakukan normalisasi sungai, revitalisasi embung serta melakukan penghijauan di daerah dataran tinggi.

"Masyarakat juga secara gotong royong melakukan berbagai pengeboran sumur di wilayah sulit air bersih,  seperti di Desa Selorejo, Kecamatan Ngantang," ujar Bambang. 

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Bagyo Setyono juga mengatakan,  pihaknya selalu siap siaga menghadapi puncak kemarau. Beberapa peralatan dan kebutuhan, sudah dipersiapkan sedini mungkin. 

"Tim siaga kekeringan BPBD selalu siap kapan pun saat dibutuhkan. Alhamdulillah sejauh ini untuk kekeringan masih bisa teratasi," ucap Bagyo. 

Untuk persoalan  kebakaran, BPBD senada dengan BMKG agar masyarakat lebih waspada menjaga lingkungannya dari berbagai sumber yang bisa menimbulkan kebakaran hebat. "Kita selalu berkoordinasi lintas sektoral dalam menghadapi musim kemarau ini. Sehingga segala yang tidak kita inginkan bisa diminimalisir. Tentunya peran masyarakat juga sangat vital dalam mencegah terjadinya kebakaran,"  pungkas Bambang. 

End of content

No more pages to load